PSU Pilgub Sumsel Dinodai Ulah Lembaga Survei

PALEMBANG – Pelaksanaan PSU (Pemilihan Suara Ulang) Pilgub Sumatera Selatan, Rabu (04/09) diwarnai banyak kejadian tidak terpuji. Baru saja beberapa menit dimulainya hitungan cepat (quick qount) selepas berakhirnya pelaksanaan pencoblosan di TPS, tiba – tiba masyarakat Sumatera Selatan dan Palembang.dikejutkan oleh pengumuman sebuah lembaga survei yang bernama Puskaptis.

Seperti diketahui, menurut hasil hitungan cepat Puskaptis yang dirilis pada jam 15.55 menyebutkan pasangan Herman Deru-Maphlinda (DerMa) dengan nomer urut tiga dinyatakan unggul di urutan pertama peraih suara terbanyak.

IRJENPOL SAUD USMAN NASUTION

IRJENPOL SAUD USMAN NASUTION

Disebutkan bahwa, pasangan Alex-Ishak (Alim) berada di urutan kedua, dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel versi hitung cepat Puskaptis di Hotel Grand Zuri Palembang, Rabu (04/09).

Pasangan Herman Deru-Maphlinda yang sudah mengumpulkan perolehan suara 28,61 persen (Non PSU) kini berhasil memuncaki perolehan suara sementara, dengan perolehan 39,7 persen setelah ditambah hasil quick count Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Sementara pasangan Alex-Ishak, terus menguntit dengan hanya selisih 1 persen saja, yakni total 38,13 persen. Saat ini total suara masuk 66, 82 persen hingga pukul 14.45, pasangan DerMa masih unggul dan diikuti pasangan Alex-Ishak.

Akan tetapi, tidak lama kemudian, Husin Yazid sebagai pimpinan Lembaga Puskaptis tiba – tiba merilis lagi pengumuman hasil quick qount yang justru menyebutkan peraih suara terbanyak adalah pasangan ALIM.

Secara spontan massa pendukung pasangan DerMa langsung bereaksi. Situasi memanas, membuat massa DerMa yang ada di dalam Hotel Grand Zuri Palembang marah. Karena hasil quick qount lembaga survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) di Hotel Grand Zuri, Rabu (04/09) yang semula mengunggulkan pasangan DerMa dan berbalik mengunggulkan pasangan nomor urut 4 Alex Noerdin dan Ishak Mekki.

Terkait dengan perubahan sikap tersebut, menurut sumber di Palembang, kejadian diduga keras disebabkan karena Husin Yazid mendapat tekanan dari pendukung Alex Nurdin yang dikenal sebagai gubernur incumbent, yang mampu melakukan apa saja untuk melanggengkan kekuasaannya.

Melihat hal tersebut, Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting langsung memerintakan anggotanya untuk melakukan pengamanan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Dan Husin Yazid pun dan kawan – kawan digiring ke Mapolresta.

Terkait dengan kejadian tersebut, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Saud Usman Nasution melalui pesan singkat mengatakan kepada BARATAMEDIA, “untuk diketahui, tindakan Kapolresta itu adalah saya yang perintah. Tujuannya adalah untuk mengamankan situasi. Itu bukan dari pihak mana – mana”.

Menurut Mantan Wakil Kepala Divisi Humas Polri itu, tindakan tersebut semata – mata hanya untuk mengamankan situasi. “Itu sebagai tindakan pengamanan dan tidak ada keberpihakan kepada siapa – siapa”

Rombongan Husin Yazid dibawa ke Mapolresta untuk menghindarkan mereka dari amukan massa yang lagi emosi. “Anggota Sabhara dan Brimob saya perintahkan untuk amankan situasi di Hotel Grand Zury”, ujar Usman Nasution yang namanya juga disebut – sebut sebagai Calon Kapolri.

Dari hasil pengamatan, masyarakat Sumsel mengatakan mereka merasakan adanya kebijakan yang positif dari Kapolda yang mampu mengendalikan anggota Polri bersikap netral. Tidak memihak kepada suatu pihak yang berkompetisi.

“Iyaa saya memang tegas, saya perintahkan anggota Polri supaya netral”, kata Usman Nasution. (baratamedia)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016