Kerabat Penguasa masih Raih Suara

PILKADA MUBA DODI

Calon Bupati Musi Banyu Asin nomer urut satu Dodi Reza Alex Noerdin menggunakan hak pilih pada Pilkada Bupati Musi Banyu Asin, di TPS 11 Sekayu Kabupaten Muba, Sumsel, Rabu (15/2). — ANTARA FOTO/Feny Selly

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. KERABAT penguasa daerah atau yang kerap disapa dinasti politik masih me­raup suara sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada).

Seperti dari pilkada Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Dodi Reza Alex Noerdin-Beni Hernedi berhasil meraih 78,49% suara melawan Amiri Aripin-Ahmad Toha 21,51% suara.

Angka itu berdasarkan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah merekapitulasi data seluruh tempat pemungutan suara (TPS).

Dodi mengungkapkan raihan suara itu adalah hasil dialog dengan tokoh masyarakat dan mendengarkan aspirasi masyarakat, sebab dia tidak menyiapkan strategi khusus dalam pilkada selain mendekatkan diri dengan masyarakat. “Masyarakat sudah menginginkan perubahan yang lebih baik,” ucap Dodi, kemarin.

Gubernur Sumsel yang juga ayah Dodi, Alex Noerdin, mengaku memantau perkembangan perjuangan anaknya dari rumah pribadinya di Kota Palembang.

Bagi Alex, kemenangan Dodi itu justru membuktikan tidak ada dinasti politik. Pada pilkada sebelumnya, Dodi gagal memenangi kompetisi melawan Pahri Azhari.

“Ini mengulang sejarah. Kalau dilihat setelah delapan tahun sejak saya tak lagi menjadi bupati, Dodi baru baru bisa jadi bupati di sana, sehingga tidak bisa dikatakan sebagai politik dinasti,” kata Alex yang menjadi Bupati Musi Banyu-asin (2001-2008).

Dari Kota Batu, Dewanti Rumpoko-Punjul Santoso meng­ungguli perolehan suara (44,46%).

Dewanti yang merupakan istri Wali Kota Batu Eddy Rumpoko itu berpasangan dengan Punjul Santoso yang tidak lain adalah wakil wali kota petahana. Dengan demikian, sejak 2012, Punjul telah mendampingi Eddy Rumpoko.

Pasangan Erzaldi Rosman Johan-Abdul Fatah juga berhasil jauh mengungguli pemilihan Gubernur Bangka Belitung.

Erzaldi-Fatah meraup 39,1% suara, sedangkan Rustam yang merupakan gubernur peta­hana-Muhammad Irwansyah (22,7%), dan Hidayat Arsani (wakil gubernur petahana) yang berpasangan dengan Sukirman meraih 19,19%.

Erzaldi yang menjabat Bupati Bangka Tengah sejak 2016 itu mengaku terinspirasi oleh kiprah sang ayahanda, Rosman Djohan, yang menjabat Wali Kota Pangkalpinang periode 1988-1993. “Saya lihat kesuksesan ayah dalam politik, luar biasa, ini menjadi penyemangat.”

Kalahkan petahana
Sejumlah kepala daerah petahana gagal mempertahankan kekuasaan di pilkada. Seperti di Takalar, Sulawesi Selatan, pasangan Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim kalah menghadapi pasangan Syamsari Kitta-Achmad Daeng Se’re yang diusung Partai NasDem-PKS.

Pasangan petahana Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus juga gagal kembali memimpin Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. “Saya mengapresiasi pasangan Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man,” ujarnya.

“Kemenangan ini merupakan kemenangan masyarakat. Kami semua bersyukur karena kami diberi kesempatan untuk memimpin,” ujar Jefri.

Petahana Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), Tatto Suwarto Pamuji-Syamsul Aulia Rachman unggul dalam pilkada.

“Dari hitung cepat dan penghitungan riil, unggul. Para pendukung harus tetap menjaga kondusivitas sosial politik di Cilacap dan saya meminta agar penghitungan suara dikawal sampai rampung,” kata Tatto Suwarto.

Sumber: Mediaindonesia.com (DG/LN/PO/VL/LD/RF/FL/N-1)

Posted by: Admin
WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016