PRABUMULIH – Pembangunan Trotoar di sebelah kiri Jalan Jendral Sudirman arah Muaraenim atau tepatnya di Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat, dinilai banyak pihak merupakan proyek mubazir.
Hal itu disebabkan, di lokasi jalan tersebut dalam waktu dekat ini akan dilakukan pelebaran jalan, rencana tersebut bahkan akan direalisasikan pemerintah pada tahun 2014 mendatang. Dana yang dianggarkan juga bahkan tidak kecil, tetapi mencapai puluhan miliar atau sekitar 40-50 miliar. Dana tersebut juga termasuk untuk membebaskan lahan masyarakat yang akan terkena dampak pelebaran jalan tersebut.
Jika rencana pelebaran jalan tersebut betul-betul dilakukan, dipastikan trotoar yang saat ini tengah dibangun akan sia-sia atau mubazir, itu disebabkan trotoar pasti akan dibongkar.
Mengetahui pembangunan tersebut terkesan sia-sia membuat sebagian besar masyarakat Prabumulih angkat bicara, masyarakat meminta pembangunan di kota nanas harus betul-betul direncanakan agar tidak ada proyek tumpang tindih.
“Katanya jalan itu akan dilebarkan menjadi dua jalur dan bahkan beberapa waktu lalu walikota menyatakan akan direalisasikan tahun ini, kok sekarang malah dibangun trotoar. Kalau pelebaran jalan jadi dilakukan, berarti trotoar itu akan dihancurkan, sayang sekali,” ujar Aprian (28) satu diantara warga ketika dibincangi wartawan, Jumat (20/9).
Hal senada disampaikan, Ketua LSM Lembaga Pemantau Pembangunan dan Penyelamat Aset Daerah (LP3AD), Mulwadi. Menurut Mulwadi, pembangunan tersebut sangat mubazir, disebabkan terjadi tumpang tindih dengan pembangunan yang akan dilakukan selanjutnya.
“Meski sudah dianggarkan, tetapi proyek ini terkesan mubazir karena nanti akan dilakukan pelebaran jalan,” ujarnya.
Mulwadi mengatakan, semestinya si pemborong proyek trotoar jika memang di lokasi tersebut nantinya akan dilakukan pelebaran jalan, hendaknya cermat dengan memindahkan pembangunan di lokasi lain. “Kalau memang disana sudah diketahui akan dilebarkan sebaiknya dialihkan ke trotoar di kawasan lain, agar tidak sia-sia,” bebernya.
Pria yang akrab dipanggil kemong ini menuturkan, kedepan Pemerintah kota Prabumulih lebih jeli dalam melakukan pembangunan jangka panjang, baik itu satu tahun kedepan maupun pembangunan beberapa tahun kedepan. Sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau mubazir dalam melakukan pembangunan di kota seinggok Sepemunyian tersebut.
“Sebelah kiri arah Muaraenim baru dikerjakan, sementara trotoar sebelah kanannya dikerjakan tahun lalu dan malah menggunakan keramik. Pembangunan sudah bagus tetapi malah dibongkar lagi, harusnya pemerintah betul-betul melakukan perencanaan matang, sehingga dari tahun ke tahun tidak menghabiskan anggaran untuk pembangunan di daerah itu saja,” ungkapnya seraya mengatakan sangat disayangkan sekali banyak proyek mubazir seperti itu. (tribunnews)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi