Kejari Prabumulih Selidiki Dugaan Penyelewengan Pembangunan Puluhan Masjid

Kejari Selidiki Dugaan Penyelewengan Pembangunan Puluhan Masjid
Bagian belakang masjid Al Hijriah di Jalan Nias-Krakatau Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur tampak belum selesai dikerjakan hanya berupa tiang cor dan sebagian dinding, Selasa (28/3/2017). (eds)Dok.Foto:tribunsumsel.com/Edison
TRANSFORMASINEWS.COM, PRABUMULIH.  Tidak mau kalah dengan Unit Pidkor Polres Prabumulih yang gencar memanggil kontraktor diduga menyelidiki sejumlah kasus dugaan korupsi, Kejaksaan negeri (Kejari) kota Prabumulih ternyata juga diam-diam tengah menyelidiki dugaan penyelewengan terhadap proyek pembangunan dan rehab ratusan masjid di lingkungan pemerintah kota Prabumulih tahun anggaran 2016.

Bahkan berdasarkan informasi berhasil dihimpun, saat ini tim kejari Prabumulih telah memanggil sejumlah kontraktor yang mengerjakan 22 masjid dari total ratusan masjid di Bumi Seinggok Sepemunyian.

Tidak hanya itu, sejumlah pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkot Prabumulih juga telah memenuhi undangan pihak kejaksaan.

Kejaksaan sendiri saat ini tengah melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terhadap proyek menggunakan anggaran miliaran bersumber dari APBD Prabumulih tahun anggaran 2016 itu.

“Memang saat ini kami tengah puldata dan pulbaket kasus dugaan penyelewengan dalam pembagunan masjid-masjid di Prabumulih,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih, M Husein Admaja SH MH melalui Kasi Intel, Hermansyah SH ketika diwawancarai di ruang kerjanya, kemarin.

Menurut Herman, puldata dan pulbaket terhadap proyek pembangunan serta rehab masjid ini dilakukan pihaknya menindaklanjuti laporan masyarakat ke kejaksaan, dimana di dalam laporan itu masyarakat mengeluhkan pengerjaan masjid tidak selesai dan hanya berbentuk tiang serta dinding tanpa atap.

“Masjid yang dilaporkan masyarakat itu masjid Al Hijriah di Jalan Nias-Krakatau Kelurahan Gunung Ibul dikerjakan PT Dua Putra Jaya Raya senilai Rp. 286 juta, namun kami berkesimpulan akan puldata pulbaket seluruh proyek masjid baik rehab maupun bangun baru,” katanya.

Lebih lanjut Herman menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya beberapa masjid dikerjakan belum selesai dan diduga menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan.

“Kalau menurut kontraktor tidak sesuai RAB karena pengurus masjid ngotot pembangunan sesuai keinginan mereka, sementara anggaran baik rehab atau pembangunan kecil sehingga ada tidak selesai. Nah terkait itu kami masih puldata pulbaket apakah memang demikian atau anggaran bertahap tiap tahun atau bagaimana,” tuturnya.

Sayangnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum, M Sufi ST ketika beberapa kali dikonfirmasi ke nomor handphonenya dengan nomor 0813 739XXXXX menyambung namun tidak diangkat

Sumber: Tribunsumsel/Edison Bastari

Posted by: Admin Transformasinews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.