Muara Enim – Tumpahan minyak mentah yang menyembur dari pipa minyak PT Medco Energi di line pipa Stasiun Lagan menuju Stasiun Rambutan telah mencemari Sungai Jahe dan kebun kelapa sawit milik PT Cifta Futura Plantation (PT CIFU).
Tumpahan minyak terjadi sejak 10 September lalu, di Blok 15, Abdeling VI, PT Cifu Desa Ujanmas Lama, Kecamatan Ujanmas Muara Enim.
Sementara, tim identifikasi Polres Muara Enim, dipimpin Bripka Heru Pujo Waluyo, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian untuk mengusut kebocoran hingga menimbulkan pencemaran.
Tim juga mengambil sampel tumpahan minyak yang mencemari sungai Jahe sebagai barang bukti untuk diperiksa di laboratorium.
Pada olah TKP itu, petugas Polres Muara Enim didampingi beberapa orang masyarakat Desa Ujanmas. Mereka berharap polisi segera mengusut kasus pencemaran tersebut.
Bahkan warga telah menunjukkan satu persatu titik alur sungai maupun kebun sawit yang terkena tumpahan minyak tersebut.
Pada pemeriksaan itu, petugas juga menemukan beberapa karyawan kontraktor PT Medco Energi tengah melakukan pembersihan tumpahan minyak dengan cara disedot.
Kemudian menemukan juga sekitar 14 orang wanita yang dipekerjakan kontraktor PT Medco untuk membersihkan lumpur dibawah pohon kelapa sawit yang terkena tumpahan minyak mentah.
”Kami bekerja membersihkan tumpahan minyak ini sejak beberapa hari lalu. Pekerja wanita yang membersihkan lumpur ada 14 orang dengan upah Rp50 ribu/hari tanpa diberi uang makan,” jelas pekerja wanita ditemui dilapangan, kemarin. juga tak dilengkapi Safety, seorang pekerja wanita terpaksa berhenti karena terserang sakit gatal-gatal.
Selain itu pekerja membersihkan tumpahan minyak mentah yang menggenangi aliran Sungai Jahe. Pemersihan dilakukan dengan cara menyedot tumpahan minyak pakai mesin pompa.
Pengawas Lapangan Kontraktor PT Medco, Robi mengatakan, kejadian kebocoran pipa sejak 10 September lalu. ”Sejak kejadian itu, kita terus melakukan pembersihan tumpahan minyak sampai hari ini,” jelas Robi.
Sementara, Jana, pegawai PT CIFU yang melakukan pengawasan membenarkan tumpahan minyak akibat kebocoran pipa milik PT Medco.
”Sesuai perintah pimpinan, kami hanya menuntut PT Medco untuk membersihkan semua tumpahan minyak dalam sungai maupun di bawah pohon kelapa sawit,” jelas Jana.
Menurutnya, kebocoran pipa tersebut diketahai oleh petugas jalur pipa PT Medco yang dilaporkan kepada PT CIFU. ”Pada saat kejadian para karyawan yang hendak bekerja ke kebun sempat cemas. Bahkan saya sempat memerintahkan agar karyawan jangan ada yang menggunakan api, untuk menghindari terjadi kebakaran,” jelasnya. (palembang-pos)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
