Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Potret Kegagalan Mengelola Negara

KA CEPAT JAKARTA BANDUNG. POTRET KEGAGALAN MENGELOLA NEGARA

TRANSFORMASINEWS, JAKARTA. Issu tentang harga KA Cepat Jakarta Bandung sedang ramai dipertanyakan karena harganya yang super mahal dan jauh lebih mahal dari harga KA Cepat Iran yang juga dari Cina dengan rentang lebih panjang dan kecepatannya jauh lebih tinggi.

Ini lah proyek Pemerintahan Jokowi – JK yang melalui Mentri BUMN Rini Suwarmo telah dengan nekat atau tepatnya “lancang” MENJAMINKAN bank utama dan terbesar Negara kita yakni: Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia.

Terkesan dipaksakan, peletakkan Batu Pertama proyek bermasalah itu telah dilangsungkan tanggal 21 Januari 2016, tanpa kehadiran Menteri Perhubungan bahkan tanpa izin Amdal.

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini juga menunjukkan Pemerintahan Jokowi – JK masih berperilaku sama dengan penguasa-penguasa sebelumnya yang cenderung memusatkan proyek-proyek raksasa di pulau Jawa, padahal transportasi Jakarta Bandung sesungguhnya tidak punya kebutuhan mendesak atas Kereta Cepat karena tol Jakarta Bandung untuk sementara masih memadai.

Tak Mau Negara Hancur, Rakyat Ini Kirim Surat Terbuka “Tantang Jokowi” Dan Siap Dipidana

Pak Navias Tanjung mengirimkan Surat Terbuka kepada Presiden Jokowi di sebuah sosial media melalui akun Facebooknya, terkait kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat merugikan bangsa ini.

Dalam surat terbuka yang diposting tanggal 26 Januari 2016 ini, dengan lantang penulis menyatakan tidak takut kalau harus dipidana. Penulis bahkan mencamtumkan KTP, email dan nomor HPnya.

Berikut isi surat Pak Navias Tanjung (Kelahiran Bukit Tinggi, 1962):

Surat terbuka untuk Jokowi presiden RI:

Selaku sesama anak bangsa yang cinta pada negara ini aku merasa anda telah gegabah dalam mengambil segala kebijakan yang cenderung menghancurkan negara ini.

Tidak ada satupun kebijakan2 anda mulai dari proyeks Esemka, TranJakarta, Tol Laut, Tran Sumatra, Kapal Sapi yang bermamfaat untuk rakyat, termasuk Proyeks Kereta api Cepat Jakarta Bandung, yang anda jadikan mercusuar, pemborosan keuangan negara yang akan memporak porandakan masa depan Indonesia.

Untuk itu atas nama rakyat yang prihatin pada kondisi kehidupan saat ini, aku tantang anda atau siapapun utusan anda untuk debat terbuka dan mengupas siapa yang benar dan salah, jika aku yang salah pidanakan aku, jika anda yang keliru anda harus ‪#‎Mundur‬ agar rakyat bisa selamat dari kekeliruan anda.

Indonesia, 25/01/16
Navias Tanjung
Omnavias1@gmail.com

*Mungkin saja postinganku ini hari ini bakal di hanguskan Lamsaneg atau kominfo atau fb center namun aku akan muncul dengan fb baru ID yang sama dan catet 0813 67928084 nomor pribadiku.

Surat Terbuka ini juga di share di fanpage Partai Gerindra

Ternyata Kontraktor Kereta Cepat China Minta Jaminan Negara, Bisa Bangkrut Indonesia!

Tak seperti janji sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (PT KCIC) kini meminta negara menjamin proyek kereta cepat Jakarta- Bandung.

PT KCIC ingin pemerintah ikut menanggung kerugian apabila terjadi kegagalan dalam pembangunan atau pengoperasian.

Jaminan negara ini menjadi salah satu poin dalam pembahasan draf perjanjian penyelenggaraan prasarana kereta cepat.

Draf perjanjian itu sedang dibicarakan antara Kementerian Perhubungan dengan manajemen PT Kereta Cepat. “Itu mau nya mereka,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Demikian dikutip dari Koran Tempo edisi Kamis, 28/01/2016.

Tak Mau Kecolongan, Kemenhub Hati-hati Tanda Tangani Konsesi Kereta Cepat

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sangat berhati-hati dalam menandatangani konsesi kereta cepat Jakarta-Bandung. Sebab, pemerintah tidak mau bertanggung jawab jika nantinya pihak dari kereta cepat itu bangkrut.

“Karena ini menyangkut 50 tahun (ke depan) negara kita. Harus hati-hati. Harus ada statement, kalau fail atau gagal, bukan tanggung jawab negara,” ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Dia menuturkan, apa yang terjadi di Taiwan bisa jadi pembelajaran. Menurut Hermanto, kereta cepat di Taiwan mengalami kebangkrutan karena jumlah penumpangnya tidak sesuai dengan perkiraan.

Lantaran bangkrut, kereta cepat Taiwan akhirnya diambil alih oleh pemerintah dan menjadi tanggungan negara. Indonesia tak ingin seperti itu.

Hingga saat ini, ada pembahasan yang belum mencapai kesepakatan antara pemerintah dan PT kereta cepat Indonesia China (KCIC) selaku badan usaha penyelenggara prasarana kereta api.
Rencananya, bila semua dokumen dipenuhi, penandatanganan konsesi bisa dilakukan pada Kamis (28/1/2016) ini.

Seperti diberitakan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bukanlah proyek pemerintah, melainkan proyek gabungan BUMN Indonesia dan China. BUMN Indonesia diwakili konsorsium BUMN, yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sedangkan China diwakili China Railway International (CRI). Kedua perusahaan membentuk PT KCIC.

Proyek KA cepat ditaksir menelan dana 5,5 miliar dollar AS atau Rp 76,4 triliun (kurs Rp 13.900 per dollar AS). Pembangunannya ditargetkan rampung pada akhir 2018 dan bisa dioperasikan pada 2019 mendatang.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/01/26/120200126/Tak.Mau.Kecolongan.Kemenhub.Hati-hati.Tanda.Tangani.Konsesi.Kereta.Cepat

Kekhawatiran Indonesia bakal bangkrut gara-gara “permainan” Proyek Kereta Cepat China ini sudah berulangkali disampaikan berbagai pihak.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1523959657933499&set=o.256838011014355&type=3&theater

Sumber:GERAKAN SELAMATKAN INDONESIA (Ratna Sarumpaet/PP/Fb Navias Tanjung)

Posted by:Amrizal Aroni
WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016