TRANSFORMASINEWS.COM,JAKARTA – PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) akan melakukan akuisisi untuk memperkuat deposit cadangan batubara dari perusahaan tambang sebagai ekspansi bisnis un-organik. Rencana akuisisi itu merupakan strategi perseroan yang baik. Demikian dikatakan Presiden Direktur PT Golden Eagle Energy Tbk, Hendra Surya.
“Ditengah lesunya bisnis tambang batubara ini menjadi sebuah momentum yang tepat untuk agresif mengakuisisi beberapa perusahaan tambang dan jangan menunggu kembali harga batubara naik, lalu rebutan,” tuturnya.
Menurutnya, perseroan saat ini sedang mengincar beberapa konsesi tambang batubara di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Sumatera Selatan (Sumsel). Namun, ekspansi Perseroan akan tetap mempertimbangkan status perijinan, besaran cadangan, kualitas batubara hingga lokasi konsesi batubara yang menjadi target akuisisi.
“Memang ada beberapa atau sekitar 4-5 perusahaan batubara yang sedang kami jajaki untuk diakuisisi. Namun ini belum final. Nanti kalo sudah final, pasti akan kami sampaikan,” tuturnya.
Menurutnya, pihaknya juga sedang mengincar beberapa lahan tambang yang dekat dengan entitas usaha perseroan di Kaltim dan Sumsel dengan cadangan produksi sekitar 50 juta hingga 125 juta ton pertahun.
Bahkan, untuk mendukung ekspansi itu, maka pada tahun perusahaannya akan mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 50 miliar sebagai belanja modal. Dan belanja modal tahun itu sebagian digunakan sebagai menunjang kegiatan bisnis melalui entitas usaha, yakni PT International Prima Coal (IPC) yang berlokasi di Kalimantan Timur (Kaltim) dan PT Triaryani (TRI) di Sumatera Selatan (Sumsel).
Hendara menyebutkan, kegiatan bisnis anak usaha tersebut diperkirakan akan menyedot dana hingga mencapai Rp 27-30 miliar. Bahkan, sisa dana sekitar Rp 20-23 miliar, rencananya akan dipergunakan untuk mendukung rencana ekspansi perseroan seperti mengakuisisi perusahaan-perusahaan tambang batubara.
“Kami sedang incar beberapa perusahaan tambang untuk diakuisisi guna menambah portofolio aset Perseroan. Oleh karena itu, dana ini memang sengaja disiapkan untuk mendukung rencana ekspansi itu,” tuturnya.
Saat ini sumber pendaaan capex tahun ini akan diperoleh dari hasil kombinasi antara kas internal dan pinjaman perbankan. Jika kurang, Perseroan akan mencari alternatif pendanaan lainnya, seperti pinjam dari pemegang saham.
Tahun ini, perseroan menargetkan produksi batubara sebesar 3 juta ton. Target produksi tersebut, akan didukung dari anak usahanya saat ini yakni PT International Prima Coal (IPC) dan PT Triaryani (TRI). Kalau dilihat dari volume produksi batubara perseroan pada tahun 2013, jelas angka ini meningkat cukup signifikan. Diketahui, volume batubara perseroan dari kedua anak usahanya tersebut sebesar 1,064 juta di 2013, atau meningkat 18% dibandingkan dengan volume produksi pada tahun 2012 yang hanya sebesar 902 ribu ton.
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi