Martapura-Transformasinews.com,Dalam pelaksanaan percepatan pembangunan infrastruktur desa Pemerintah Kabupaten Oku Timur menganggarkan dana APBD melalui Program ADD, SPIDES dan mendapat bantuan dari Gubernur Alex Noerdin tahun anggaran 2013. Bantuan Gubernur Alex Noerdin tiap Kelurahan dan desa disumatera selatan masing-masing mendapatkan dana Rp. 50.000.000,-. khususnya di Kecamatan Martapura Oku Timur, tiap Kelurahan dan Desa diduga kuat telah diminta imbalan secara paksa oleh oknum Camat AR dan/atau Sekcam kecamatan Martapura inisial H. Uang tersebut diminta dengan modus setiap kepala Desa dan/atau kelurahan mencairkan dana dari Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, maka oknum Sekcam H yang ditugaskan atasan Oknum Camat AR untuk meminta imbalan secara langsung kepada petugas yang menarik dana Bantuan Gubernur maupun Dana ADD dan SPIDES setiap pencairan dari ketiga macam dana tersebut dengan total Rp. 13 Juta tiap Desa dan/atau Kelurahan sekecamatan Martapura Oku Timur.
Hal tersebut terungkap ketika beberapa Kepala Desa yang namanya minta jangan ditulis dimedia mereka memberikan pengakuan terhadap Wartawan Online TransformasiNews beberapa waktu lalu. Masih dari pemaparan kepala desa mereka menyerahkan uang tersebut di Bank Sumsel Babel cabang Martapura secara Tunai sesuai permintaan sang oknum Camat AR melalui Sekcam H. Para kades dan lurah informasinya pernah dimintai keterangan oleh pihak Polres Oku Timur terkait ada informasi dari masyarakat, namun oknum Camat memanggil seluruh Lurah dan Kades se kecamatan Martapura dan dikumpulkan dikantor kecamatan untuk minta tolong membuat pernyataan diatas materai yang intinya, bahwa tidak ada pemotongan/imbalan maupun pemberian dari para kades dan lurah sesuai permintaan Oknum Camat AR. Ini merupakan akal-akalan untuk menggelabui proses hukum agar tidak berlanjut dan/atau proses hukumnya tidak terbukti dan dihentikan prosesnya, mereka secara jujur ikut menutupi dugaan kuat korupsi yang dilakukan oleh Andi Rosidi oknum Camat martapura dan Hobiri oknum sekcam, tapi apa boleh buat demi menyelamatkan dari proses hukum.
Sebenarnya menurut para kades penyerahan uang tidak ada tanda terima namun kalau penegak hukum memang mempunyai niat memberantas korupsi pasti ada rekaman CCTV dari pihak Bank Sumsel Babel Cabang Martapura karna penyerahan uang ada yang didalam Bank maupun didepan kantor Bank sumsel Babel. Ujur kades. Setelah wartawan Transformasi melakukan konfirmasi ke AR muapun ke Sekcam H melalui telepon nada sambungnya masuk namun tidak diangkat dan melalui sms juga tidak ada jawaban sampai berita ini diterbitkan. (Amrizal Aroni)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
