Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Jalan protokol Ir Soekarno Kota Baturaja, persisnya tak jauh dari Kantor Pajak Pratama Baturaja yang mengalami kerusakan badan jalan sejak akhir Desember 2014
TRANSFORMASINEWS, SUMSEL. Kondisi Jalan Lintas Timur KM 42 tepatnya di Desa Tebing Gerinting Selatan Kecamatan Inderalaya Selatan Kabupeten Ogan Ilir (OI) rusak parah.
Lobang yang menganga di badan jalan membuat pengendara harus hati-hati bila tak mau terjerembab dan terguling.
Kepada wartawan, Minggu (19/4) Nico Ardiansyah (20) mahasiswa Universitas Sriwijaya yang berdomisili di Kecamatan Tanjung Raja mengaku setiap hari bila pergi dan pulang kuliah harus terkena macet
“Kasihan kami, yang ingin menuntut ilmu ke Inderalaya setiap hari harus terkena macet akibat jalan rusak, siap-siap bila habis hujan resiko terjiprat genangan air dari kendaraan lain yang tak jarang membuat pakaian kami kotor seperti saat ini,” ucapnya.
Ia menuding, pihak yang bertanggung jawab terhadap kondisi dan pembangunan jalan seolah tutup mata dan tutup telinga dengan pembiaran jalan rusak sejak 8 bulan terkahir tanpa perbaikan
“Jalan ini nyaris seperti kolam ikan dan kubangan,” tuturnya sembari mengaku setiap pergi dan pulang kuliah selalu saja terlambat karena macet di jalan tersebut.
Kondisi Jalan Lintas Timur KM 42 tepatnya di Desa Tebing Gerinting Selatan Kecamatan Inderalaya Selatan Kabupeten Ogan Ilir (OI) rusak parah
Sementara Anggota DPRD OI, Azmi A Hadi meminta legislator Senanyan dari dapil Sumatera Selatan II agar menyeruakan perbaikan dan peningkatan kondisi jalan.
“Siapa tahu suara mereka kepada Balai Besar Kementerian PU jalan ini dapat diperbaiki. Bisa dibilang jalan ini sudah tidak nyaman untuk dilalui terutama kendaraan roda dua dan sudah masuk kategori siaga 1,” pungkas nya
Tak malam tak siang selalu terjadi kemacetan, yang paling parah terjadi pada Jumat (17/4), macet sejak pukul 18.00 hingga menjelang pukul 5.00 pagi.
Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Jalan protokol Ir Soekarno Kota Baturaja, persisnya tak jauh dari Kantor Pajak Pratama Baturaja yang mengalami kerusakan badan jalan sejak akhir Desember 2014 lalu, saat ini semakin terlihat rusak parah dan hancur.
Dimana, ruas jalan terlihat berlobang besar di kedua sisi badan jalan sepanjang lebih kurang 50 meter.
Pantauan portal ini, kerusakan badan jalan tersebut jika hujan semakin memprihatinkan. Sebab lubang besar di tengah badan jalan membuat genangan air yang lebar dan cukup dalam, sehingga mirip kubangan kerbau.
Kondisi itu membuat arus lalulintas kendaraan yang hendak melintas dari arah Kota Baturaja menuju Kota Martapura atau sebaliknya, semakin padat merayap dan sering membuat kemacetan akibat antrian kendaraan yang lewat harus memperlambat laju kendaraan.
Terlebih saat jalan tersebut dilintasi kendaraan bermuatan berat seperti truk fuso, tronton serta kendaraan bermuatan berat lainnya termasuk juga jenis
kendaraan umum.
Bahkan sepeda motor harus memperlambat laju kendaraan jika tidak ingin kendaraan oleng bahkan tergelincir saat melintasi jalanan yang rusak itu.
“Jalan ini semakin rusak parah, namun sampai saat ini tidak ada perhatian dari pemerintah. Memang kami tahu kalau kerusakan jalan negara itu tanggung jawab pusat. Tapi kok pemerintah pusat yang bertugas di provinsi dan kabupaten tidak ada yang melaporkan ke pusat,” tanya seorang warga, Ahmad Dori (25).
Dikatakan mahasiswa perguruan tinggi swasta di Baturaja ini, kalau jalan itu dibiarkan makin lama, maka ia khawatir akan rentan terjadi insiden kecelakaan.
Selain itu, akan mempengaruhi imej atau nama Kota Baturaja menjadi kurang baik di mata masyarakat luar kabupaten OKU. Pasalnya menurut Dori, Jalinsum itu melintasi Kota Baturaja dan pusat bisnis.
“Bisa saja masyarakat dari luar akan mengingat Bumi Sebimbing Sekundang khususnya Kota Baturaja amburadul lantaran kondisi jalanan di dalam kota yang hancur,” cetus dia.
Terpisah, Kepala Dinas PU Bina Marga (PUBM) Kabupaten OKU, Ir Hilman, beberapa waktu lalu mengatakan, kalau kerusakan jalan tersebut memang bukan wewenang pihaknya, melainkan kewenangan pihak provinsi dan pusat.
Namun demikian, pihaknya sudah melaporkan kerusakan jalan tersebut ke pihak provinsi dan pusat guna dilakukan upaya perbaikan.
“Mengenai tindakannya kami belum mengatahui sejauh ini. Ya tentunya kami juga sangat berharap agar pemerintah pusat dapat segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut,” ujarnya.
Sumber: [RMOL/AR]
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi