KPK Tak Akan Biarkan Alex Noerdin Lolos Jeratan Hukum

bambang-widjojanto-kpk_20150212_035455TRANSFORMASINEWS, JAKARTA-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan terus mencari bukti dugaan keterlibatan Gubernur Sumsel Alex Noerdin terkait kasus dugaan kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games. Kasus tersebut belum lama ini telah menjerat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan sekaligus Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games, Rizal Abdullah sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto memastikan bahwa pihaknya tidak membiarkan setiap fakta yang muncul baik dalam proses penyidikan maupun proses persidangan terkait dugaan keterlibatan politikus Partai Golkar tersebut. Alex dipastikan tak akan lolos dari jeratan hukum. “Ya semua info yang penting, yang bisa membuktikan unsur dakwaan itu pasti akan dikonsolidasikan KPK,” ungkap Bambang di Epicentrum Walk Ground, Kuningan, Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Bambang kembali menegaskan, pihaknya akan menelusuri semuanya lebih dalam lagi untuk menjerat orang nomor satu di bumi Sriwijaya itu. Dia berharap proses penyidikan Rizal mencuat informasi-informasi soal dugaan keterlibatan Alex. “Mudah-mudahan dari Kadis PU ini ada info-info yang bisa dijadikan dasar untuk menindaklanjuti, tapi itu tergantung proses,” tandasnya.

Sebelum menjerat Rizal, KPK sudah lebih dulu memenjarakan M Nazaruddin, Mindo Rosalina Manullang dan Bos PT Duta Graha Indah El-Idris, eks Sesmenpora Wafid Muharam. Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin berdasarkan fakta persidangan mereka, disebut-sebut menerima fee 2,5 persen dari Rp 191 Miliar pada proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang.

Anak buah Abu Rizal Bakrie di Partai Golkar itu juga dituding mengubah design proyek dari rencana semula yang mengakibatkan pergeseran spesifikasi bangunan dan anggaran. Kendati demikian, Alex telah membantah hal itu dalam berbagai kesempatan.

 Abraham Samad
Abraham Samad Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
Sekedar mengingatkan kembali bahwa pada saat Alex Noerdin mencalonkan Gubernur Jakarta sudah diperiksa KPK mengenai dugaan korupsi di MUBA saat menjadi Bupati. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan sedang melakukan proses penyelidikan kasus korupsi APBD Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan .
Mantan Bupati Musi Banyuasin yang saat ini merupakan Gubernur non aktif Sumatra Selaatan, Alex Noerdin, menjadi salah stau pihak yang diincar KPK. “Kita sudah ekspose. Ini sudah dalam penyelidikan,”  kata Ketua KPK Abraham Samad di kantornya, Senin (30/5) malam.

Abraham memastikan, meskipun saat ini Alex sedang mengikuti proses pemilihan gubernur DKI Jakarta, tidak menghalangi proses hukum tersebut. Penyidik KPK akan bekerja secara profesional dalam menangani penyelidikan itu.

Berdasarkan penuturan sumber Republika di KPK, proses penyelidikan ini dimulai ketika pimpinan baru KPK meminta kepada penyidik untuk mengumpulkan kasus-kasus lama yang belum tergarap dengan baik. Salah satunya, yaitu dugaan korupsi APBD Kabupaten Musi Banyuasin.

Kasus itu sebetulnya sudah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan. KPK pun melakukan koordinasi dan supervisi kasus itu. Pada awalnya, nama Alex Noerdin disebut terlibat dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan itu. Namun, saat KPK mengambil alih kasus itu, nama Alex hilang.

“Nah ini yang sedang kita usut mengapa nama Alex hilang,” kata sumber tersebut kepada Republika dua pekan yang lalu.

Alex diketahui pernah menjadi Bupati Musi Banyuasin selama 2 periode berturut-turut sejak 2001-2006 dan periode kedua 2007-2012. Pada 2008 Alex maju untuk Pilkada Gubernur Sumsel dan menang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak peduli proses Pilkada DKI Jakarta, dalam mengusut dugaan korupsi penyalahgunaan APBD Kabupaten Musi Banyuasin selama Alex Noerdin menjadi bupati daerah itu.

Ketua KPK, Abraham Samad, menyatakan, dalam menyelidiki kasus korupsi di Musi Banyuasin, penyidik KPK profesional dan tak menjadikan Pilkada DKI sebagai kendala.

Abraham mengakui, KPK telah melakukan ekspos dalam tahapan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi di Kabupaten Musi Banyuasin.

“Teman-teman penyelidik bekerja profesional, sehingga tak menjadikan itu sebagai kendala. KPK sudah ekspos penyelidikan untuk dugaan korupsi di Kabupaten Musi Banyuasin,” kata Abraham di Jakarta,  Senin (30/4/2012) malam.

Abraham pun mengaku tak masalah, jika harus memeriksa Alex yang saat ini menjadi calon gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Golkar.

“Enggak ada masalah. karena penyidik kita profesional. Buktinya Rusli Zainal kan orang Golkar, tetapi dipanggil KPK juga. Kita tak melihat partainya. Tapi keterkaitannya. Apakah orang itu memenuhi syarat untuk dipanggil atau tidak,”  katanya.

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID/SRIPOKU.COM/Centroone.com/AR

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016