
TRANSFORMASINEWS, PRABUMULIH. Setelah sekian lama memperjuangkan agar diterapkannya sistem pilkada tidak langsung atau melalui DPRD, kini Partai Golongan Karya (Golkar) berbalik 180 derajat mendukung Perppu Pilkada langsung.
Kebijakan tersebut pun diapresiasi oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Prabumulih, H Ridho Yahya. Pria yang juga menjabat sebagai Walikota Prabumulih ini menyambut baik kebijakan tersebut.
“Seharusnya seperti itulah, kan suara Golkar itu adalah suara rakyat. Apa yang rakyat inginkan, ya ikuti suara rakyatlah. Jangan berlawanan dengan suara rakyat. Kan malu kita jadinya,” ujarnya.
Karena, dijelaskan Ridho, apa yang dilakukan Partai Golkar sebelumnya tidak sesuai dengan slogannya yang selama ini pro rakyat, maka dari itu dirinya tidak akan menyampaikan hal tersebut sebagai slogan.
“Tapi kalau Partai Golkar dari dulu tidak mendukung pilkada secara langsung, mungkin kami tidak berani menyampaikan slogan (pro rakyat) itu, kami lebih baik diam saja. Tapi dengan Partai Golkar mendengarkan apa yang menjadi keinginan rakyat, kan terbukti kalau suara Golkar itu suara rakyat,” jelasnya.
Ditanya terkait inkonsisten Aburizal Bakrie yang dinilai telah menghianati keinginan kader Golkar untuk memperjuangkan Pilkada DPRD, ayah tiga anak ini menerangkan jika hal tersebut dilakukan semata-mata karena desakan masyarakat. Bahkan menurutnya perjuangan Pilkada DPRD hanya sebuah rekomendasi munas, bukan keputusan munas.
“Itu bukan bentuk sebuah inkonsistensi. karena itukan sebuah rekomendasi sebagian kader, kita sendiri tidak merekomendasikan hal tersebut. Rekomendasi itu beda dengan keputusan munas, kalau keputusan munas itu mutlak,” jelasnya.
Sumber: [RMOL]
