Fly Over Masih Terhambat Ganti Rugi

9-fly-over-(2)

Pengerjaan fly over di Simpang Jakabaring

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG.  – Pengerjaan fly over di Simpang Jakabaring untuk tahap dua kembali molor. Pasalnya, terkendala lambannya pembayaran ganti rugi lahan kawasan Jakabaring.  Pembangunan yang seharusnya ditarget selesai 2014 ternyata belum juga selesai.

Pembangunan tahap kedua fly over baru bisa dilaksanakan Oktober lalu. Ini meleset dari rencana awal yakni Mei 2014. Selain masalah belum selesainya proses lelang, problem lain yang menghambat tertundanya pembangunan tahap dua fly over Jakabaring karena belum kelarnya pembebasan lahan, yang dsebabkan status lahan yang terkena pembebasan banyak yang tumpang tindih.

PPTK sekaligus Kepala Proyek Pembangunan Flyover Jakabaring Palembang, Joko Saputra mengatakan, pembangunan tahap kedua sudah dimulai sejak 6 Oktober lalu. Pengerjaan dilanjutkan dengan memancang tiang P4 arah Jakabaring. Namun, pembangunannya memang lamban karena ganti rugi terhambat. Selain itu, lelang baru saja dilakukan dan memakan waktu satu bulan lebih atau 45 hari,” beber Joko.

Pengerjaan yang semula dijadwalkan rampung tahun ini sambung Joko, tidak bisa dilakukan. Padahal tahun ini diharapkan selesai 100 persen. “Jangankan harus selesai sepenuhnya, tahap kedua saja baru saja kita laksanakan,” cetusnya.

Untuk tahun ini, sambung dia, pada pembangunan tahap awal pihaknya sudah menyelesaikan tahap awal dari A1, P1, P2, P3 arah Jembatan Ampera yang mulai memasang segmen balok girder dan cor plat. “Kita sudah siapkan crane sebagai kelengkapan alat menaikkan balok-balok girder untuk sisi kiridan kanan,” tegasnya.

Untuk pembangunan tahap kedua, kata Joko, pihaknya menyelesaikan P4, P5, P6, dan A2 (pangkal jembatan). Dijelaskan Joko, untuk bahan-bahan sudah ada dan menyiapkan dana Rp92 miliar dan ditarget selesai tahun depan.
“Pembayaran ganti rugi baru dilakukan bulan ini kalau tidak salah. Makanya, kita susah juga untuk menggenjot penyelesaiannya. Sedangkan kontrak kedua sampai tahun depan harus selesai,” terangnya.
Untuk pemasangan balok girder, diakui Joko memang agak rumit karena riskan dan susah untuk pekerja. “Karenanya, kami menambah alat bantu seperti crane. Insya Allah tahap ini kita target Desember mendatang paling lambat selesainya,” ucapnya.

Sumber:  (Palpos)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016