Kinerja Disdikbudpora PALI Hancur Diganjar Raport Merah

heri-amalindo-melihat-jembatan-terbuat-dari-pipa-besi-di-talang-pipa
Penjabat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Ir H Heri Amalindo MM

TRANSFORMASINEWS, PALI. – Penjabat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Ir H Heri Amalindo MM, merasa kecewa saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Pengelolaan Perpustakaan (TOT) dengan tema Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur yang diselenggarakan Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Daerah PALI, Rabu (5/11).

Kekecewaannya tersebut ia tujukan pada Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Pali. Bahkan secara tidak langsung, orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan ini memberikan “raport” merah bagi instansi tersebut.
Betapa tidak!, di acara yang juga berhubungan dengan dunia pendidikan ini, justru tak satupun pejabat Dikbudpora Pali yang menampakkan batang hidungnya. Jangankan unsur pimpinan di dinas tersebut, PNS maupun TKS pun tak ada yang nongol.

Bahkan, saat diatas panggung menyampaikan kata sambutan, Heri seolah menyempatkan diri mengabsen. “Ada tidak dari Dinas Pendidikan yang hadir? Coba berdiri,” tanya Heri pada hadirin yang hadir.
Lantaran tak ada satupun yang berdiri dari pihak Dikbudpora, Heri tampak kecewa dan menggelengkan kepala.

“Seharusnya Dinas Pendidikan memberikan contoh yang baik dan biso hadir dalam acara ini. Sebab, perpustakaaan ini juga bagian dari pendidikan dimana seharusnya dapat bersinergi. Tapi sayang, acara besak cak ini Dinas Pendidikan tidak bisa hadir,” timpal Heri, seraya juga menyinggung pejabat yang tidak datang tepat waktu ke kantor.

Sementara itu, dibincangi awak media, H Zaibin, Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah merasa bangga karena peserta yang hadir pada acara ini sudah melebihi kapasitas dari yang sudah diundang.

“Kami apresiasi minat para peserta yang hadir. Peserta yang hadir ini merupakan para pengurus perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah, desa dan rumah ibadah,” ungkapnya seraya berharap dengan adanya bimtek ini dapat kembali menghidupkan perpustakaan yang selama ini mati suri.

Sumber:  (jurnalsumatra.com)