Gelapkan Duit PAN, Rusdi Diancam “Money Laundering”

Rusdi Tahar                          Foto: Istimewa

Rusdi Tahar
Foto: Istimewa

TransformasiNews.com.Menyalahgunakan uang Rp 450 juta, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Ogan Ilir (OI) Rusdi Tahar terancam terkena kasus tindak pidana money laudering (pencucian uang) atau TPPU.

Rusdi dilaporkan oleh dosen Kopertis Wilayah I yang mengajar di salah satu perguruan tinggi Jakarta, Safiudin,  ke Polda Metro Jaya pada Selasa (17/6). Ia dituduh menyalahgunakan uang tersebut demi memenangkan beberapa nama calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.

Proses hukum dilakukan Polda Metro Jaya, dikatakan kuasa hukum Safiudin Erick Filemon Sibuea, terus berjalan dengan meminta keterangan para saksi dari DPP PAN. Bukti yang dihadirkan adalah bukti transfer uang korban kepada Rusdi Tahar dan beberapa nomor rekening atas nama orang lain atas perintahnya.

“Kami di sini tinggal menghadirkan bukti bank dan pemanggilan pihak DPP PAN. Setelah itu, kami berharap terlapor Rusdi Tahar akan menyandang status tersangka,” kata Erick Filemon Sibuea, Jum’at (20/6).

Dilanjutkan Erick, uang tersebut diberikan kliennya dalam rangka menggerakkan mesin partai dan memang sebenarnya hanya berdasarkan saksi serta pernyataan DPC PAN yang tidak menerima uang tersebut sudah dapat menjadikan terlapor Rusdi Tahar menjadi tersangka.

“DPC tidak menerima uang tersebut, kemudian juga operasional Caleg tandem dengan klien saya ini juga tidak ada. Kami menduga Rusdi Tahar menggunakan uang itu untuk disalurkan kepada Caleg di Dapil lain dan orang orang yang dianggapnya penting atau terdekat dia,” tegasnya.

Pelapor sendiri akan mengarahkan kasus ini menjadi sebagai kasus penipuan dan pencucian uang. Dari keterangan saksi dan apa yang dirasakan,  uang yang ia berikan sama sekali tidak terealisasikan secara maksimal dengan modus penerimaan uang bantuan dengan meminta pengiriman ke beberapa nomor rekening, bukan milik pelaku.

Bahkan hingga saat ini pun ia tidak mengetahui jumlah suaranya di Daerah Pemilihan OI dan tidak menerima laporan apapun terkait dikemanakan saja uang bantuan dirinya itu diberikan.

“Ini kami duga dilakukan secara rapi atau struktural. Karena melihat dari hasil Pileg, Caleg yang terpilih semuanya merupakan keluarga dan orang terdekat dari Rusdi Tahar. Bahkan, saya dibuat mengikuti skenario pelaku agar percaya saya benar benar dibantu untuk juga dapat terpilih di pencalegkan lalu,” terang Safiudin. RMOL

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016