TRANSFORMASINEWS.COM,PALEMBANG – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak akan butuh waktu lama jika empat faktor pembangunan tercukupi. Empat faktor adalah ketersediaan tenaga kerja, infrastruktur, modal serta investor.
Hal itu diungkapkan Pengamat Ekonomi sekaligus Direktur Pasca Sarjana Universitas Tridinanti usai menggelar seminar bertajuk Strategi Akselerasi Hilirisasi Industri berbasis Bahan Baku Perkebunan (agro) Sumsel di Novotel, Sabtu (8/3/2014).
“Jika pemerintah serius, maka pengembangan KEK menjadi kawasan Zona bisnis sesungguhnya bisa terealisasi,” kata Sulbahri yang didaulat sebagai moderator, dan pembicara Dodi Reza Alex Noerdin dan Badia Perizade.
Jika pemerintah tidak serius menangani empat komoditi tersebut, maka bisa jadi pengembangan KEK membutuhkan waktu lima hingga enam tahun kedepan. Bahkan bisa diatas 10 tahun.
Seperti diketahui, akses jalan ke TAA saat ini saja masih memprihatinkan. Padahal fokus utama investor adalah infratruktur. Makanya, perlu keterlibatan investor. Pembangunan infrastruktur jalan tak harus mengandalkan dana pemerintah, namun secara simultan bisa juga dari dorongan atau sumbangan BUMN atau swasta. Termasuk juga ketersediaan tenaga kerja dan modal.
“Artinya untuk pengembangan KEK, kita membutuhkan banyak investor, baik lokal maupun nasional. Kalau hanya menga pemerintah KEK saya lihat agak lama berkembangnya,” katanya.
Apalagi, kata dia, ada wacana pembukaan penyebrangan Tanjung Buyut-Cirebon. Menurutnya, kondisi ini sedang dikaji pihak provinsi. Dengan ini dibuka, maka perkembangan KEK makin cepat. Namun jalur darat tetap harus diperhatikan, karena akses dari wilayah luar Palembang, seperti OKI, OKU, OKUS tetap melalui jalur darat.
“Pengembangannya memang harus dilakukan secara simultan. Empat faktor itu yang harus diperhatikan seksama,” katanya. ( SRIPOKU.COM)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi