Transformasinews.COM, MUARAENIM –
Kepala Desa Tanjung Raja A Halik dan warganya Siswanto diduga menerima perlakuan yang tidak menyenangkan, bahkan nyaris menjadi sasaran tembak oleh seorang manajer sekuriti PTBA berinisial IZ, Senin (3/3/2014) sekitar pukul 20.00 di Kantor Pos Sekuriti Induk (1884) PTBA di Tanjungenim. Padahal awalnya kedua orang tersebut ingin bersilaturahmi secara baik-baik.
“Kami benar-benar tidak menduga jika sampai ditembak. Untung saja tidak kena, jika kena mungkin kami sudah tinggal nama,” ujar A Halik yang didampingi Siswanto saat melapor ke Polsek Lawang Kidul, Muaraenim.
Menurut Siswanto, kronologis kejadian berawal ketika dirinya bersama Kades bermaksud ingin bersilaturahmi dan mengantarkan surat untuk bekerja dari warganya kepada Manajer Security PT BA IZ. Sebelumnya ia telah mendengar adanya penerimaan tenaga kerja di sektor pengamanan. Mendengar peluang tersebut, ia sebagai putra daerah di Ring I PTBA, mencoba menjemput bola mencarikan pekerjaan bagi pemuda di desanya yang belum mendapatkan pekerjaan alias menganggur.
Ketika tiba di kantor sekuriti mereka belum diterima dan sempat menunggu beberapa waktu. Pada sore harinya baru dipersilahkan masuk oleh stafnya. Saat masuk kedunya melihat pelaku sedang duduk di depan komputer.
Saat masuk mereka benar-benar kaget dan kecewa karena bukannya mendapatkan sambutan hangat malah sebaliknya menerima perlakuan kasar dan dimaki-maki dengan perkataan tak senonoh.
“Saya perkenalkan ini Pak Kades. Namun saya dan Pak kades malah disahuti dengan kata-kata kasar. Nak Jades nak Bupati terserahlah,” ucap Siswanto menirukan perkataan IZ.
Merasa sudah tidak kondusif lagi, kata Siswanto, dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya mereka berdua memilih keluar ruangan. Namun tanpa disengaja, ia menutup pintu terlalu keras, sehingga membuat suara gaduh.
Diduga pelaku marah dan langsung meletuskan senjata jenis pistol sebanyak satu kali sambil mengeluarkan kata kata yang tak senonoh serta langsung mengusir Siswanto dan Kades.
Sedangkan A Halik (60), Kepala Desa Tanjung Raja, Kecamatan Muaraenim membenarkan dirinya bersama Siswanto telah diancam dengan todongan senjata dan dimaki-maki layaknya pencuri. Pihaknya benar-benar kecewa dengan sikap pelaku sebab ia datang ke kantornya sudah sopan seperti menggunakan pakaian linmas.
“Muka saya yang ditodong pistol. Untungnya pistolnya ditembakkan ke bawah. Sekarang sudah saya laporkan ke polisi. Kami tidak tahu persis asal orangnya, namun informasi pensiunan perwira militer,” ujarnya.
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi