
TRANSFORMASINEW.COM, PALEMBANG. Sebanyak tiga PNS pada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan terkena operasi tangkap tangan (OTT), yang dilakukan Tim Saber Pungli Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (20/7/2017).
Operasi dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo. OTT bermula dari keresahan guru yang dimintai uang bila ingin mempercepat pengurusan sertifikasi.
Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan penyamaran sebagai guru untuk mengurusi sertifikasi dan berhasil menangkap tangan pejabat berinisial A dengan puluhan amplop coklat dengan jumlah uang sebesar Rp37.550.000 sekitar pukul 11.00 WIB di Gedung Diknas Provinsi.
Lalu, petugas melakukan pemeriksaan di ruangan sertifikasi guru sekaligus melakukan penyegelan. Pada pukul 13.05 WIB, petugas mengamankan barang bukti map warna merah dan kertas untuk barang bukti, serta Kabid perkembangan tenaga pendidikan (PTK) Syarial Effendi. Yang bersangkutan langsung dibawah dengan mobil Toyota Innova menuju Polda Sumsel, serta seorang staff perempuannya.
Tak lama berselang sekitar pukul 13.30 WIB, petugas kembali mengamankan staf di Diknas yakni Asni untuk dibawah menuju Mapolda Sumsel. Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan adanya OTT di lingkungan Diknas Pendidikan Sumsel dengan barang bukti uang sebanyak Rp16,5 juta di ruang Pendidik Tenaga dan Kependidikan Sertifikasi Provinsi Sumsel.
“A meminta uang sebagai kepada guru yang akan mengurus sertifikasi. Satu korban dimintai Rp200-300 ribu,” kata Agung.
Agung melanjutkan, selain Asni, Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumsel Syahrial dan Kepala Dinas Widodo juga akan diperiksa petugas. “Nanti ditelusuri, aliran dananya sampai ke siapa. Dua orang masih terperiksa, Kabid dan Kadis,” ujar Kapolda.
Ia menerangkan, dari hasil pemeriksaan sementara diketahui pungli ini sudah berlangsung sejak Juni 2017 yakni dengan tujuan sertifikasi guru itu bagus untuk membuat riwayat guru. “Namun setiap guru yang mengurus sertifikasi mereka diwajibkan memberikan uang ke tersangka A,” kata dia.
Soal Pungli, Kepala Disdik Sumsel : Saya Kaget
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel) , Widodo angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim saber pungli Direskrimum Polda Sumsel, kepada bawahannya, Kamis (20/7) pagi kemarin. Meski mengaku kaget namun Widodo yang saat itu tidak berada di lokasi kejadian menyerahkan sepenuhnya proses hukum bawahannya ke pihak kepolisian.
“Saya baru mendapatkan informasi katanya di temukan barang bukti yang saya tidak ketahui berapa jumlah uangnya, “katanya
Widodo juga mengungkapkan setelah mendengar laporan tersebut, ia berinisiatif langsung mendatangi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni diruangan GTK dan bertemu dengan Direktur Reskrim Umum Polda.
“Saya langsung mendatangi TKP pada saat saya datang tim nya sedang menggeledah meja yang ada di dalam ruang tersebut, dan tidak ada yang bisa keluar dari situ dan yang keluar tidak bisa masuk, “ungkapnya
Lebih lanjut, Widodo mengaku sebelum OTT terlebih dahulu pihaknya pernah mendapat laporan berupa via Sms terkait adanya indikasi isu pungli di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel
“Oleh karena itu setiap hari senin saya memimpin apel dan saya selalu wanti-wanti agar anda tidak berlaku dan jangan dipersulit untuk tujuan tertentu. Laksanakan lah tugas sebagai mana mestinya dan jangan pernah mengkondisinikan untuk memberikan sesuatu uang dan saya ngomong itu bukan sekali di depan publik tapi di depan mereka, “ucapnya
Lebih lanjut, untuk perkembangan OTT yang terjadi saat ini, Widodo membeberkan bahwa salah seorang petugas kepala bidang Disdik, satu kepala seksi, dua staf dan satu operator telah di bawa ke Polda Sumsel untuk dimintai keterangan.
Walaupun ini telah terjadi, Widodo tetap koperatif membantu penegak hukum kepolisian untuk di proses secara seadil-adilnya, dan tak lupa juga Widodo akan tetap membantu staffnya yang sedang menghadapi hukum yang sedang dilalui
“Saya kaget, namun ini sudah terjadi kita akan koperatif membantu penegak hukum kepolisian untuk di proses ini secara baik, seadil-adilnya, dan yang kedua saya ingin menyerahkan kepada pihak kepolisian, saya juga akan membantu apa yang akan di bantu termasuk untuk staff saya sebagai warga negara yg sedang menghadap hukum, “terangnya
Untuk tugas GTK sendiri, setelah kejadian ini Widodo mengatakan akan membuat tim agar pelayanan berjalan normal sekurang-kurangnya bagi pihak dan guru yang sekarang yang sedang mengurus sertifikasinya jangan sampai semuanya telantar
“Dengan adanya permasalahan ini, saya akan membuat tim pelayanan agar semua sertifikasi yang sedang diurus tidak macet ditengah jalan karena hal tersebut, “tutupnya.
Sumber:Okezone.com (ran)/Kordanews.com (Ab)
Editor: Nurmuhammad
Posted by: Admin Transformasinews.com
