BATURAJA – Oknum polisi di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, berinisial inisial SY yang tinggal di BK 2, Belitang, OKU Timur diduga membekingi pengecoran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini terungkap dari nyanyian, Yoyon (26) sopir mobil yang tertangkap tim patroli Sabhara Pollres OKU saat mengecor BBM di SPBU Air Karang, Kecamatan Baturaja Timur.
Yoyon ditangkap bersama operator Dedi Bahtiar (26), Jumat (18/10/2013). Keduanya tercatat sebagai warga BK3 Belitang, OKU Timur. Kedua tersangka melakukan pengecoran dengan menggunakan mobil Kijang Inova warna silver BG 1063 ND. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 17 jeriken berisi BBM premium dan 3 jeriken kosong. Total BBM sebanyak 560 liter. Serta dua plat nopol yang berbeda dengan yang dipasang.
Menurut pengakuan tersangka Yoyon, dirinya melakukan pengecoran atas suruhan oknum polisi yang bertugas di salah satu Polsek di OKU Timur, berinisial SY, yang tinggal di BK 2, Belitang, OKU Timur.
“Setiap satu tarikan dengan mengisi 20 jeriken 35 liter kami mendapat upah Rp 100 ribu. Mobil ini punya kakak. Kami belanja minyak setiap hari rata-rata sebanyak Rp 7 juta,” kata Yoyon kepada polisi.
Hal yang sama diungkapkan operator yang bertugas memindahkan jerigen yang sudah penuh, Dedi Bahtiar. Menurutnya, setiap jalan, dirinya mendapat upah Rp 50 ribu per orang. “Tapi, kami kerja tidak setiap hari,” ucapnya.
Modus pengecoran sendiri, pelaku memodifikasi tanki penampung BBM Kendaraan. Bentuk, selang BMM mobil langsung disalurkan ke jeriken yang sudah disiapkan di dalam mobil. Jok bagian mobil sengaja dibongkar untuk tempat jeriken. Jika dalam sekali jalan belum penuh, mereka mengelabui petugas SPBU dengan memasang plat nopol palsu.
“Kalau sudah keliling di SPBU-SPBU belum penuh, kami balik lagi ke SPBU sebelumnya. Tapi, kami ganti platnya (nomor polisi). Biar gak dicurigai petugas SPBU,” ceritanya.
Kapolres OKU, AKBP Mulyadi SIk MH melalui Kanit Patroli Sabhara, Aiptu Kartomi mengatakan penangkapan itu hasil dari patroli rutin yang dilakukan satuannya.
“Saat kami patroli gerak-gerik tersangka mencurigakan. Setelah kami periksa, ternyata mereka melakukan pengecoran BBM. Untuk masalah plat nomor polisi ganda kami serahkan kepada Satlantas. Dan untuk kasus pengecorannya sendiri kami serahkan ke Pidsus,” ujar Kartomi.
Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Zulkarnaik SIk tidak mau berkomentar soal keterlibatan oknum anggota polisi. “Kami dalami dulu. Tidak bisa dari keterangan sepihak,” katanya singkat. (tribunnews)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi