Jakarta – Kasus dugaan suap dan politik dinasti yang menyeret politisi Golkar Ratu Atut Chosiyah tidak berhubungan dengan penundaan Rapimnas Partai Golkar.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung mengatakan, apa yang dilakukan oleh Gubernur Banten itu sama sekali tidak berhubungan dengan partainya.
“Apa hubungannya, memang dia (Ratu Atut) salah satu Ketua DPP Golkar. Apa yang dia lakukan (kasus) tidak ada hubungannya dengan Golkar,” kata Akbar, kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (12/10/2013).
Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Mercubuana, Heri Budianto menilai penundaan pelaksanaan Rapimnas Golkar ini bukan disebebkan karena masalah teknis. Tetapi ada permasalah yang mendasar yakni kasus suap yang menyerat nama politisi Golkar Ratu Atut Chosiyah.
“Faktor tertangkapnya CN (Chaerun Nisa), kader Golkar, TCW (Tubagus Chaeri Wardana, adik Ratu Atut, red), dan mengemukanya politik dinasti Atut. Ini kan terus terang merugikan citra Golkar di publik. Tapi saya tidak sepenuhnya sependapat bahwa itu hanya faktor teknis, tidak dapat hotel dan sebagainya,” ujar Heri di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2013).
Golkar memang telah memastikan jika pelaksanaan Rapimnas yang awalnya diagendakan pada 28 Oktober 2013, diundur menjadi bulan November 2013. Pengunduran jadwal ini disebabkan ada kendala teknis salah satunya soal tempat pelaksanaan yang hingga saat ini belum ada. (inilah)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
