OPINI
TRANSFORMASINEWS.COM, MUSIBANYUASIN. Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan wakil Bupati Musi Banyuasin yang akan digelar pada 15 Februari 2017 mendatang sangat menarik untuk dicermati. Bahkan lebih menarik dari Pilkada Muba sebelumnya seperti Pilkada pada tahun 2007 dan tahun 2012. Karena pertama, pasangan yang muncul di Pilkada 2017 juga terdapat pasangan calon independent yaitu Amiri Arifin berpasangan dengan Muhamad Toha yang akan berkompetisi dengan pasangan inkumben yaitu H. Dodi Reza Alex berpasangan dengan Beni Hernedi.
Kedua, paslon dari independent tersebut adalah nama yang selama ini belum beredar dalam pemberitaan maupun survei opini publik. Nama Amiri bahkan baru muncul di kalangan masyarakat Muba baru-baru ini , sedangkan pasangannya M. Toha adalah salah seorang PNS yang diperbantukan atau berprestasi sebagai dosen di salah satu Ponpres di Musi Banyuasin. Sisi menarik lainnya adalah kedua pasangan tersebut dibekingi oleh tokoh-tokoh kuat di bumi Serasan Sekate.
Sementara di belakang pasangan Dodi – Beni ada seorang pelopor sekolah Gratis dan Berobat Gratis yang juga sedang menjabat Gubernur Sumatera Selatan dan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) Pertai GOLKAR yaitu H. Alex Noerdin. Sedangkan di balik sosok pasangan Amiri-Toha didukung oleh seluruh tokoh agama dan masyarakat Muba seperti Astawila, Usman Saleh, H. Januar Senen, H. Irin Dastri, H. Martinus, H.Musa dan toko pemuda Totok Waliun dan toko- toko lainnya.
Sehingga, pertarungan pilkada pada kali ini bukan saja pertarungan antar masing-masing kandidat dengan kekuatannya masing-masing, melainkan juga pertarungan banyak figur kuat yang ikut berpolaberasi ikut ambil bagian dalam pertarungan dua kandidat ini.
Namun hingga saat ini, belum ada lembaga survei yang merilis bagaimana peta kekuatan dan dukungan masing-masing kandidat. Hanya yang pasti, masing-masing figur yang sudah resmi mendaftar ke KPU Muba itu memiliki kekuatan dan kelemahan yang akan menjadi penentu kemenangan dan kekalahannya.
Dodi–Beni, misalnya, ia sudah memiliki modal dari segi popularitas dan kinerja. Mengingat pasangan ini adalah pasangan inkumben dengan tingkat popularitas di atas rata-rata, dan tingkat kepuasan kinerja yang lebih dari 50 persen. Biasanya, calon yang memiliki tingkat kepuasan di atas 50 persen itu sulit dikalahkan.
Sementara Amiri – Toha merupakan figur yang sudah relatif dikenal oleh masyarakat. Seperti diketahui ia adalah sosok yang terlihat aktif dalam banyak organisasi konstruksi dan pekerjaan umum
Ia juga pengusaha sukses di bidang perekonomian Rakyat dan diikuti oleh sosok M. Toha yang juga memiliki citra yang baik di bidang agama dan pendidikan sebagai seorang dosen di salah satu pondok pesantren di kabupaten Muba sudah pasti akan banyak dukungan dari toko-toko agama Khususnya Islam.
Seiring dengan dimulainya tahapan kampanye masing-masing calon di seluruh pelosok Muba kita patut menunggu bagaimana kedua pasangan mampu mengemas visi dan misinya. Begitu juga dengan strategi politik yang akan dijalankannya seperti apa.
Kalau saja partai pengusung tidak menunjukkan kebersamaan dan kekompakan dalam menyusun dan menjalankan strategi pemenangan, bukan tidak mungkin calon petahanan dengan kekuatan seluruh partai Politik, akan ditumbangkan oleh penantang dari independent yang kekuatannya hanya mengandalkan persatuan masyarakat saja.
Semula banyak orang yang menpredisikan Pemilukada MUBA akan terjadi pertempuran besar-besaran umpama kisa petempuran Maha Brata, karena satu-satunya Kabupatem MUBA yang menggelar Pilkada pada tahun 2017 se Propinsi Sumatera selatan, sudah pasti banyak Toko-Toko Politik yang akan turun, seperti Edisantana, Herman Deru, Sarial Ousman, Ishak Meki, dan Toko-Toko Besar Lainnya.
Namun predisi itu tidak menjadi kenyataan, kondisi masyarakat dalam Kabupaten Musi Banyuasin menjadi adem-adem ayem saja, bahkan sampai sejauh ini yang waktunya hanya mengitung hari saja belum terlihat bagaimana kondisi sala satu Kabupaten yang ingin menggelar pesta Demokrasi disinilah timbul kekuatiran Pemilukada MUBA tidak sukses karena menjadi kekuatiran tingkat golongan Puti (GOLPUT) akan meningkat.
Dari sala satu pasangan dua kandidat ini sudah passti diantaranya ada yang menang dan ada yang kala namun setelah pengitungan suara yang memili hanya 40% dari mata pilih yang ada, apakah kemenangan itu merupakan hasil demokrasi yang sukses yang dapat dibanggakan oleh semua pihak ini sudah pasti tidak menjadi kebanggaan kita semua karena tingkat kesadaran dari masyarakat untuk memenui kewajibannya sebagai warga Negara Indonesia yang baik dan patu aturan masi lema.
Untuk mengantisipasi permasalahan ini perlu peran kita semua baik itu KPU media Sosial, media Masa, Exletronix TV dan lain-lain untuk mensosilisasikan, menghimbau, mengajak semua kelangan masyarakat di garis bawa supaya dapat memili seorang peminpin pilihannya pada hari Rabu Tanggal 15 Pebuari 2017 mendatang.
Penulis : Kurnaidi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Banyuasin
Sumber Berita: www.wartaberitanews.com
Posted by: Admin
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi