BARATAMEDIA – Kejutan besar menimpa dunia hukum Indonesia Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Rabu (02/09) malam.
Selain Akil Mochtar, KPK juga mengamankan tiga orang yang seorang diantaranya adalah anggota DPR berinisial Chairunissa dan seorang pengusaha berinisial CH Tak hanya itu, petugas juga menyita uang yang bernilai miliaran rupiah.
Setelah itu KPK menangkap dua orang lagi berinisial HB yang merupakan Bupati Gunung Mas, Kalteng, dan seorang swasta berinisial DH di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat. OTT yang digelar oleh KPK diduga berkaitan dengan penanganan perkara sengketa Pilkada di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Selain menangkap lima orang dalam OTT, diketahui KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang dengan nominal miliaran rupiah.
Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi Prabowo di Gedung KPK pada Rabu (02/10) malam. “Saat ini, KPK telah mengamankan lima orang, dua di antaranya adalah penyelenggara negara,” ujar Johan.
Johan mengaku hingga saat ini, dirinya baru mendapatkan informasi sedikit. “Ada barang bukti uang juga yang diamankan,” kata Johan.
Johan berjanji akan memberikan konfirmasi lebih lanjut jika perolehan informasi yang lebih jelas lagi.
Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva benarkan jika saat MK memang menangani sengketa Pilkada di Kabupaten Gunung Mas. Namun, Ia tidak mengetahui jadwal sidang sengketa ini.
Chairunissa adalah anggota DPR politisi Golkar. Dia berasal dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah. Politikus perempuan ini merupakan bekas pimpinan Komisi VIII DPR. Dia sekarang dipindah ke Komisi II DPR.
Chairunissa juga diketahui sebagai dosen di Universitas Palangkaraya. Karier politik Chairunissa cukup lumayan. Dia juga dikenal sebagai tokoh Ormas Islam Al – Hidayah. Dia sempat digadang buat menjadi bakal Calon Wakil Wali Kota Palangkaraya, mendampingi HM Riban Satia. Namun, dia batal digadang.
Dengan tertangkapnya Akil Muchtar yang diketahui sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi bersama Chairunissa yang anggota DPR RI, mendung gelap menimpa pemberantasan korupsi di Indonesia.
Ketua MK sebagai benteng terakhir berhasilnya penegakan hukum telah tampil menjadi koruptor nyata yang sangat nista. Berdasarkan catatan wartawan, Akil Muchtar sebelum terjun menjadi Hakim Konstitusi dia adalah seorang politikus teras Partai Golkar. (baratamedia)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
