|
|
TRANSFORMASINEWS, PRABUMULIH – Satreskrim Polres Prabumulih pimpinan AKP Bagus Adi Suranto SIk, terpaksa menembak mati Basroni alias Abbas bin Sawi (34), warga Dusun Martapura, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur. Abbas diketahui sebagai otak pelaku perampokan disertai pembunuhan sopir travel atau korban Amron (49), warga Jalan Jepang, Perum Athena Griya I, Kecamatan Sako, Kota Palembang. Dimana, jasad Amron ditemukan membusuk di kawasan Jalan Nigata Lingkar Barat, Kota Prabumulih, Sabtu (11/7) lalu.
Abbas yang memiliki postur tubuh kecil tapi kekar itu ditembak, lantaran melawan dengan cara menembaki petugas yang mengejarnya menggunakan senjata api rakitan. Dari tangan Abbas, disita sepucuk senpi rakitan jenis pistol berikut 2 butir pelurunya, dan handphone digunakan untuk menghubungi korbannya.
Penggerebekan terhadap Basroni alias Abbas berlangsung di Jalan Raya Prabumulih-Baturaja, tepatnya di Kecamatan Beringin, Kabupaten Muara Enim, Kamis (13/8), pukul 23.00 WIB. Selain menembak mati Basroni, petugas juga berhasil meringkus pelaku lainnya yaitu Suari bin Kagit (42), warga Kampung III Desa Tekana, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, berikut barang bukti berupa handphone dan mobil.
Informasinya, Abbas ditindak tegas karena tak mengindahkan tembakan peringatan. Bahkan, Abbas juga sempat melepas tembakan ke polisi yang mengejarnya. Ia dapat dilumpuhkan setelah timah panas polisi menembus punggungnya. Abbas pun meninggal setelah sempat dilarikan ke RSUD Prabumulih.
Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIk MTCP, melalui Wakapolres Kompol FX Irwan Arianto SIk, didampingi Kasat Reskrim AKP Bagus Adi Suranto SIk, dan Kanit Pidum Ipda Rajiman mengatakan, pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas lantaran mencoba melawan. “Pelaku yang MD (meningal dunia) merupakan spesialis perampokan sopir travel. Otak pelaku dari perampokan dan pembunuhan terhadap sopir travel yang ditemukan tewas beberapa waktu lalu,” ungkapnya seraya mengatakan Suari ditangkap 2 hari sebelumnya, di Baturaja.
Dijelaskan Irwan, peranan Abbas dalam kasus tersebut menelepon calon korban Amron untuk mencarter mobilnya. Setibanya di Prabumulih, Suari yang duduk disamping sopir menodongkan senpi lalu Abbas memukul dan menjerat pakai ikat pinggang, dan pelaku lainnya berinisial JR (buron) menyiksa korban.
“Mereka kita katakan spesialis, karena ada beberapa komplotan lainnya yang masih belum tertangkap yang perannya sebagai penadah,” pungkasnya sembari mengatakan saat ini telah 4 anggota komplotan yang telah ditangkap, dimana 2 meningal dunia dan 2 ditahan.
SUMBER:PALPOS/ABU
POSTED BY: Amrizal Aroni

