ALIRAN LISTRIK LAMPUNG-BATURAJA NYARIS PUTUS AKIBAT TAMBANG LIAR

TRANSFORMASINEWS.COM, MUARA ENIM. Hingga saat ini Kepulan asap hitam terus keluar dari lubang tambang batu bara ilegal di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim.

Bahkan tambang rakyat yang meledak terbakar ini makin meluas dan sudah nyaris mengenai menara sutet. Sebab lubang-lubang yang digali penambang saling menyambung dan lengkungannya mendekati areal tower PLN.

Jika api dan asap tidak padam, maka menara sutet terancam terbakar. Akibatnya aliran listrik ke Lampung dan Baturaja terancam putus karena mengalami black out. Sementara lokasi tambang ini sudah ditinggal pergi para penambang.
Saat ini Hanya tersisa tenda-tenda yang ditinggalkan pergi oleh penambang.
Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar beserta unsur Muspika Kecamatan Tanjung Agung meninjau langsung di lokasi tambang ilegal, Kamis (13/4).Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar mengatakan, para penambang ilegal ini sudah meninggalkan lokasi.
Namun tambang ilegal dalam keadaan terbakar. “Ini sudah lama tak ada efek jera, maka penegakan hukum akan diberikan pada mereka yang terlibat,”ujar Muzakir

Sementara itu, Supervisor PLTU Bukit Asam, Slamet mengatakan, menara sutet PLN terancam karena dekat dengn lokasi terbakarnya tambang ilegal.


“Keadaan menara sutet ini ibaratnya orang yang sudah sekarat, tinggal menunggu sakaratul maut saja, tapi belum tahu kapan,”ujar Slamet.
Menurut Slamet, jika menara sutet terbakar atau amblas akibat terbakar maka aliran listrik ke Lampung dan Baturaja terancam putus. “Menara sutet ini memasok ke arah Lampung dan Baturaja. Kalau terbakar, maka listrik ke arah Lampung dan Baturaja akan black out dan padam total,”jelasnya.Pihaknya pun sudah mengerahkan petugas PLN untuk memantau kepulan api dan asap di sekitar sutet.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan mengatakan, pihaknya sedang menyidik dua kasus tambang ilegal ini. “Kita sudah periksa saksi-saksi, Kalau untuk tersangka belum,”ujar Leo.

Saat ini, sebanyak 15 lubang bekas tambang ilegal sudah ditutup. Namun diakuinya memang masih ada lubang yang belum ditutup.


“Kita akan lakuka tindakan hukum kepada siapa saja yang terlibat. Bukan hanya penambang maupun pemilik lahan, tapi jika ada keterlibatan aparat maka akan kita tindak,”jelasnya.
GM PT Bukit Asam, Suhedi saat di temui dilokasi penambangan liar mengatakan, lokasi tambang ilegal di Desa Tanjung Lalang ini masuk dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT BA. Maka pihaknya pun sangat dirugikan atas usaha tambang liar ini.
“Kami merasa penting atas penutupan tambang ilegal ini. Selama ini kita dibuat susah karena hampir setiap hari memadamkan api serta mengirim alat berat untuk menutup tambang ilegal,”ungkap Suhedi.

Laporan: Ari Firmansyah/Transformasinews.com
Posted by: Admin Transformasinews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.