BEGAL MAKIN SADIS: SUAMI ISTRI MENINGGAL “DICINCANG”

Suasana dirumah duka/korban begal pasangan suami istri (Pasutri) Iryadinata (60) dan Yuliana (59) warga Jalan Tanah Mas Komplek Perumahan Azar Blok L 5 No 2 RT 16 RW 04 Kelurahan Tanah Mas, Kabupaten Banyuasin. FOTO:RMOLSUMSEL

Polsek Talang Kelapa Buru Pelaku Begal Pembunuh Pasutri

TRANSFORMASINEWS, BANYUASIN. Naas menimpa pasangan suami istri (Pasutri) Iryadinata (60) dan Yuliana (59) warga Jalan Tanah Mas Komplek Perumahan Azar Blok L 5 No 2 RT 16 RW 04 Kelurahan Tanah Mas, Kabupaten Banyuasin ini tewas mengenaskan akibat aksi begal motor yang menimpa keduanya sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (9/4).

Pasutri ini diketahui saat kejadian tengah mengendarai Honda Vario Nopol BG 6833 JAD. Setiap pukul 04.00 WIB mereka pergi ke Pasar KM 12 untuk berbelanja sembako, sebab keduanya mengelola kantin di kantor BPBD Provinsi Sumatera Selatan.

Peristiwa mengenaskan tersebut berlangsung tak jauh dari rumah korban. setidaknya hanya berjarak 300 meter saja dari kediaman mereka. Memang situasinya sangat memungkinkan, di tempat kejadian kiri dan kanan jalan ditumbuhi tanaman yang cukup lebat sehingga aksi begal sangat memungkinkan dilakukan disana.

Ditengarai kebiasaan pasutri ini pergi pukul 04.00 WIB dimanfaatkan begal untuk merampok motor milik korban. Tak pelak, motor Honda Vario yang dikendarainya dibawa kabur begal. Akibat aksi begal tersebut baik Iryadinata dan Yuliana terluka parah. Beberapa bagian tubuh korban terlihat luka lebam, bahkan wajah kedua korban sempat dilukai menggunakan senjata tajam. Sementara Iryadinata  sempat ditusuk pakai pisau oleh si begal.

Saksi mata yang pertama kali bertemu dengan Iryadinata pasca kejadian mengenaskan tersebut adalah Ketua RW 04 Kelurahan Tanah Mas, Mulhadi. Kepada wartawan dirinya mengatakan, saat itu dirinya hendak pergi ke Masjid Hidayatullah.

“Samar samar saya mendengar suara minta tolong. Saat saya dekati ternyata Pak Iryadinata sudah tersungkur dipinggir jalan. Sekujur tubuhnya bahkan hampir seluruh pakaiannya berlumuran darah. Sementara istrinya Yuliana tersandar di dekat pagar rumah Pak Muslim. Saat saya periksa ibu Yuliana sudah dalam keadaan pingsan. Sekujur tubuhnya juga bersimbah darah,” jelasnya.

Mendapati kedua korban dalam keadaan terluka parah Mulhadi langsung membawa kedua korban ke Bidan Dahlia untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Tetapi karena lukanya sangat parah bidan menyarankan agar kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Myria,” lanjutnya.

Menurut Mulhadi, kedua korban masih sempat berucap istighfar saat dibawa ke RS Myria.

“Namun usai dirawat di RS Myria keduanya dinyatakan tidak dapat tertolong lagi dan akhirnya meninggal duniia,” ungkapnya,

Sementara itu, RT 16 RW 04 Kelurahan Tanah Mas, Kabupaten Banyuasin, Saparuddin mengakui di daerahnya tersebut kerap terjadi aksi begal motor. Di 2015 ini saja sudah 2 kali terjadi aksi begal motor.

“Belum lama ini salah satu warga kita kehilangan motor, tetapi tidak sempat dilukai oleh begal. Kejadian kedua berlangsung pukul 04.00 WIB. Korbannya ya seperti yang kita ketahui berakhir dengan luka parah dan akhirnya meninggal,” bebernya.

Menurut Saparuddin, korban Iryadinata merupakan tokoh masyarakat di lingkungan Komplek Perumahan Azhar Blok L 5 No 2 RT 16 RW 04 Kelurahan Tanah Mas, Kabupaten Banyuasin.

“Beliau sebelumnya menjabat selaku Ketua RT sebelum saya. Kesehariannya beliau ramah dan rajin,” jelasnya.

Masih menurut Saparuddin, Iryandinata sebelumnya bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumsel.

“Namun memang beberapa tahun terakhir beliau sudah memasuki masa pensiun. Almarhum dan almarhumah meninggalkan 3 anak,” ujarnya.

Pihak keluarga maupun warga di lingkungan Komplek Perumahan Azhar Blok L 5 No 2 RT 16 RW 04 Kelurahan Tanah Mas, Kabupaten Banyuasin berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus begal dan menangkap pelakunya untuk dihukum seberat mungkin.

“Kami warga disini sangat resah. Aksi begal semakin menjadi-jadi. Kepada pak polisi segera ungkap dan tangkap bila perlu hukum seberat mungkin,” pungkasnya.

Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Rocky Marpaung kepada wartawan menjelaskan, kedua almarhum tewas diduga merupakan korban aksi begal. Pelaku diduga lebih dari dua orang. Mereka menyergap dan melakukan aksi pemukulan terhadap kedua korban saat kedua korban ingin pergi ke Pasar KM 12 pukul 04.00 WIB.

“Sejauh ini anggota kita sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti-bukti dilapangan. Serta mewawancarai beberapa warga yang mengetahui peristiwa mengenaskan tersebut,” ujarnya.

Polsek Talang Kelapa berharap kepada anggota korban yang ditinggalkan untuk bersabar.

“Kami akan berusaha keras mengejar pelaku aksi begal tersebut. Semoga dalam waktu tidak lama para pelaku dapat diungkap identitasnya dan dilakukan penangkapan,” ucapnya.

Dijelaskannya, jajaran Polsek Talang Kelapa akan terus melakukan langkah langkah pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku.

Sementara itu, Wardi keluarga korban berharap, jajaran kepolisian Polsek Talang Kelapa segera memburu para pelaku yang dengan keji membunuh dua keluarganya dan membawa lari motor matic Honda Vario BG 6833 JAD milik korban yang digunakan sebagai alat transportasi ke pasar KM 12.

“Kedua korban setiap pukul 04.00 WIB pergi kepasar KM 12. Meski telah berusia tua mereka tetap bekerja keras memenuhi kebutuhan hidup. Untuk itu kami berharap polisi segera menangkap para pelaku untuk dihukum seberat mungkin sesuai hukum yang berlaku,” harapnya.

Sumber:[RMOL/AR]

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016