TRANSFORMASINEWS.COM, PRABUMULIH. Aksi penghadangan truk angkutan barang yang melintas dijalan alternatif di Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur diapresiasi oleh Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya.
Orang nomor satu di Kota Prabumulih ini mengatakan sudah sepantasnya untuk menjaga jalan agar tetap baik dan tidak dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, warga melakukan penyetopan belasan truk tersebut.
“Kita sangat setuju. Jalan ini bukan milik Ridho, melainkan milik seluruh masyarakat. Sudah seharusnya warga menjaga, jangan dikit-dikit lapor Walikota,” ungkapnya.
Ayah tiga anak ini menegaskan siap pasang badan dan membackup apabila ada oknum-oknum tertentu yang melakukan protes atas penghadangan truk-truk yang melintas dijalan perkampungan tersebut.

SUASANA JALAN LINGKAR MACET HAMPIR 24 JAM TIDAK BERGERAK, FOTO DIAMBIL( 04-01-2017). DOK TRANSFORMASINEWS.COM/AMRIZAL ARONI
“Silahkan melakukan penyetopan, namun jangan anarkis. Saya setuju, saya merespon dan kita siap backup,” ujarnya.
Ridho menuturkan untuk menjaga aset milik Pemerintah yang dibangun menggunakan uang rakyat tersebut, Pemkot Prabumulih tidak bisa bekerja sendiri. Perlu adanya kerjasama antara Pemerintah, petugas kepolisian dan warga.
“Pemerintah dan Polisi tidak bisa bekerja sendiri, butuh bantuan dari masyarakat untuk melakukan pengawasan dan penyetopan,” tuturnya menambahkan.

JALAN LINGKAR MACET DARI SIMPANG EMPAT BAKARAN SAMPAI SBU LINGKAR (04-01-2017) SIANG. DOK: TRANSFORMASINEWS.COM/AMRIZAL ARONI
Pakai jasa pengawalan, belasan truk karet ditilang
Satuan laulintas (satlantas) Polres Prabumulih melakukan penilangan terhadap 15 mobil truk pengangkut karet yang dibawa dari Baturaja menuju Kota Palembang diperkampungan warga di Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

DITILANG/RMOLSUMSEL/DEDE SUHEN
Penilangan dilakukan lantaran belasan mobil truk tersebut memaksa melintas di jalan alternatif dengan menggunakan jasa keamanan untuk mengantar sampai batas wilayah Kelurahan. Padahal, sebelumnya Pemkot Prabumulih sudah mengeluarkan imbauan larangan truk bertonase besar melintas di jalan perkampungan.
John seorang supir truk pengangkut karet yang ditilang mengaku telah membayar uang pengawalan sebesar Rp 50 ribu kepada oknum keamanan yang diketahui berinisial NA (55) warga Sukaraja.
“Tadi bayar Rp 50 ribu ke pengawal. Kami nurut bae mereka ngarahke lewat sini,” ungkapnya.
Menurut informasi, penilangan belasan truk tersebut bermula saat warga tengah duduk di pos jaga di jalan Kemala Kelurahan Muara Dua, melihat adanya belasan truk yang melintas dijalan tersebut yang dikawal oleh dua orang.

JALAN LINGKAR MACET TOTAL AKIBAT SALAH SATU TRUCK TERPEROSOK SEJAK JAM 20:25 WIB SAMPAI SIANG HARINI BELUM BISA LEWAT (04-01-2017). DOK: TRANSFORMASINEWS.COM/AMRIZAL ARONI
Mengetahui hal itu, warga tersebut kemudian melapor ke pihak RW dan aparat kepolisian yang tinggal disana, dan selanjutnya secara bersama-sama memberhentikan ke 15 truk tersebut.
Namun, saat penyetopan dilakukan dua orang pengawal tersebut langsung kabur dengan membawa uang hasil pungli sebesar Rp 750 ribu yang diperoleh dari para sopir truk karet tersebut.
Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti melalui Kabag Ops Kompol Andi Supriadi saat dikonfirmasi, membenarkan aksi penghadangan truk tersebut.
Ia menghimbau kepada masyarakat khususnya para sopir untuk tidak menggunakan jasa pengawalan yang menjamin dapat memperlancar selama melintas di jalur kota, sebab bila terbukti keduanya melakukan pelanggaran, tentu akan diberikan sanksi sesuai ketentuan berlaku.
“Bagi oknum yang memberi jasa pengawalan dan keamanan selama melintas itu akan kita sanksi atau kita tindak sesuai peraturan yang berlaku saat itu,” ungkapnya.
Sumber:rmol[rik]
Posted by: Admin
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi