Massa BPLB dan PT GPB Ricuh, Tolak Pabrik Semen

Diwarnai Gebrak Meja, Mediasi BPLB dan PT GPB Ricuh

TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA Mediasi antara masa aksi Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu (BPLB) antara PT Gunung Pantara Barisan (GPB) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan operasi produksi batu gampling, Komoditas, Mineral Bukan Logam (Batu Gampling untuk semen) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Komering Ulu (OKU) memanas, Selasa

TRANSFORMASINEWS.COM, BATURAJA – Mediasi antara masa aksi Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu (BPLB) dan PT Gunung Pantara Barisan (GPB) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan operasi produksi batu gampling, Komoditas, Mineral Bukan Logam (Batu Gampling untuk semen) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Komering Ulu (OKU) memanas, Selasa (17/5).

Pantauan di lapangan, mediasi yang dihadiri masa aksi BPLB, PT GPB, pemerintah dan warga lengkiti ini berlangsung ricuh.

Awal mulai kericuan bermula dari perwakilan masa aksi meminta orang yang ada di dalam ruangan untuk keluar.

Dan dijawab Pimpinan Rapat anggota Dewan Malkomar dui  jika semua yang hadir itu merupakan undangan dalam rangka memediasi.

Belum sempat selesai bicara, perwakilan masa aksi langsung menunjuk seseorang menuduh bukan warga Lengkiti dan menyuruhnya keluar.

DEMO LENGKITI

Lalu anggota dewan lain meminta agar tidak menggebrak meja karena ini ruang rapat dan ada etika.

Yoppy, anggota dewan dari Lengkiti juga meminta agar tidak ada keributan dan kericuhan.

Setelah itu, memuncak aksi keributan terjadi, sampai menyebut perkataan tidak pantas kepada salah satu anggota dewan.

Suasana mendadak ricuh hingga ada yang naik ke meja rapat. Suasana tidak terkendali, kericuhan terjadi sekitar 15 menit di dalam ruangan.

Kondisi ini baru bisa diredam setelah Wakil Pimpinan rapat yoppy sahrudin, menutup rapat. Polisi dan satuan Sat Pol PP langsung bertindak aktif mengeluarkan masa aksi untuk menenangkan suasana.

Sebelum itu, untuk sekian kalinya, ratusan massa, barisan Pemuda Lengkiti Bersatu (BPLB) kembali melakukan aksi demo di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa(16/5).

Aksi masa ini masih sama memprotes keberadaan PT Gunung Pantara Barisan (GPB) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan operasi produksi batu gampling, Komoditas, Mineral Bukan Logam (Batu Gampling untuk semen).

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Bowo mengatakan, menolak rencana dan upaya pembangunan pabrik PT GPB di kecamatan setempat.

Dengan tegas ia mengatakan menolak PT GPB, alasannya karena dianggap dan diduga melakukan pembodohan terhadap masyarakat.

Sebab selama ini, pembebasan lahan diduga tidak transparan.

Selain itu keberadaan kantor perusahaan tidak diketahui. Sementara itu tidak ada sosialisasi keberadaan perusahaan tersebut di masyarakat.

“Kantornya dimana kita juga tidak tahu. Selain Amdalnya juga belum ada,” teriak Bowo menggunakan toa, di depan gerbang kantor DPRD setempat.

Wakil Direktur PT GPB: Kami Perusahaan Legal

Wakil Direktur PT GPB: Kami Perusahaan Legal

  Wakil Direktur PT GPB, Lin menjelaskan kedatangan mereka atas undangan DPRD OKU untuk mediasi bersama masa aksi. TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA

 Wakil Direktur PT GPB, Lin menjelaskan kedatangan mereka atas undangan DPRD OKUuntuk mediasi bersama masa aksi.

“Kita disini undangan dan kita datang baik-baik. Kami perusahan legal tidak ada masalah,” katanya saat dikonfirmasi wartawan di ruang rapat DPRD OKU.

Mengenai, posisi izin di Kec Sosoybuayrayab ke Kecamatan Lengkiti, sudah direvisi. Mengenai lapangan kerja kata dia, akan utamakan warga lengkiti, namun tentunya harus sesuai prosedur.

“Kitakan sekarang ini belum mulai,” katanya.

Ia menjelaskan, yang ada sekarang ini merupakan investasi besar. Maka kita meminta dukungan untuk memajukan OKU dan Indonesia. Kalau ada yang negatif kata dia, bertanyalah disini. Akan di jawab baik-baik.

“Namun baru saja mulai sudah ada nada tinggi Saya tidak tahu siapa orangnya karena belum sempat mengenalkan diri. Begitu dia mulai, langsung nada tinggi menyerang. Bagaimana mau diskusi kalau nada tinggi itu,” kata Lin, dengan insiden ini. Kata dia, akan perbaiki lagi apa masalahnya.

“Perusahaan kita legal tidak ada masalah makanya kita datang untuk menjelaskan di sini.,” katanya.

Untuk potensi batu gamping, kata dia potensinya eksplorasi bahan baku semen. Potensi 79 tahun.

“Cadangan saya lupa berapa banyak,” ceritanya.

Disinggung mengenai keberadaan kantor yang disebut belum ada di OKU, kata dia kantor pusat perusahaan ada di Medan.

Pihaknya untuk beroperasi di OKU ini baru mendapat ini. Karena itu untuk keberadaan kantor akan mencari tempat terlebih dahulu.

“Kantor kita di pusat medan. Kitakan baru dapat izin. Kita harus cari tempat cocok, karena ini investasi besar makanya kita mau cari lokasi kantor yang tepat. Kita ini perusahaan legal secara humkum dan investasi besar,” ceritanya.(rws)

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Tribun
Posted by: Admin Transformasinews.com
WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016