Kasus Devi Mencuat, Gaya Hidup Dispenda Sumsel Jadi Sorotan

devi-meliasari-pelaku-penggelapan-pajak-samsatTRANSFORMASINEWS,  PALEMBANG – Devi telah lama ditugaskan Dispenda Sumsel ke Samsat Palembang, sebelum kemudian dipecat pada Agustus 2014. Dia disebut-sebut titipan pejabat.

Penelusuran Tribun Sumsel, gaya hidup sosialita yang diperlihatkan pecatan Pegawai Harian Lepas (PHL) Dispenda Sumsel, Devi, bukan barang baru bagi pegawai Dispenda.

Selain Devi adapula beberapa pegawai Dispenda baik provinsi maupun kota yang mempunyai gaya hidup seperti itu namun tidak mencolok seperti Devi.

Dikatakan tidak mencolok karena pegawai ini (umumnya PNS) berpenampilan biasa seperti para PNS lainnya. Hanya saja fasilitas hidup seperti kendaraan dan gadget sering gonta-ganti.

Seorang wanita pegawai Dispenda yang dibincangi saat tengah makan siang mengatakan bahwa sudah rahasia umum penghasilan PNS Dispenda lebih besar dibanding dinas lainnya.

Hal ini karena adanya penghasilan tambahan dari insentif pemungutan pajak daerah. Insentif ini merupakan penghargaan atas kinerja pegawai dalam melaksanakan pemungutan pajak dan retribusi.

“Sebenarnya ini (insentif) merupakan kerja keras kami. Kami ada target (pajak) yang ditentukan. Kalau target tercapai, dapat insentif,” ujarnya

Pemberian insentif ini, menurutnya, sudah diatur dalam peraturan pemerintah. Bukan tindakan ilegal. Insentif diberikan pertriwulan jika target penerimaan pajak dalam tiga bulan tersebut tercapai. “Jika tidak tercapai tidak ada insentif,” lanjutnya.

Ia tidak mau menjabarkan berapa insentif yang didapat. Hitungan besarnya insentif sesuai target penerimaan pajak. Sekitar beberapa kali lipat dari gaji. “Jangan terlalu membesar-besarkan,” jawabnya.

Diakuinya, ia sering menjadi bahan obrolan temannya sendiri. Mereka beranggapan kerja di Dispenda sangat enak karena penghasilan besar. Tidak jarang banyak PNS lain yang mengincar posisi di Dispenda.

“Banyak yang mau (kerja di Dispenda). Mereka hanya lihat luar saja. Kami benar-benar bekerja. Berusaha memenuhi target penerimaan pajak,” ujarnya.

Untuk PHL sendiri menurutnya tidak semua seperti Devi. Banyak PHL yang bekerja di Dispenda penampilannya biasa saja dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan.

“Dia (Devi) kan di Samsat. Setiap hari ngurusi uang (pajak kendaraan). Mungkin karena ada kesempatan,” jelasnya

Besaran penghasilan yang diterima berpengaruh terhadap gaya hidup sebagian pegawai. Meskipun masih berstatus PNS biasa (tidak ada jabatan) tapi mereka telah menggunakan mobil pribadi untuk ke kantor.

Pantauan Tribun Sumsel, di dua kantor Dispenda, provinsi dan kota nampak barisan mobil lebih banyak dibanding kendaraan bermotor. Tipe mobilpun beragam mulai dari city car hingga 4 WD.

Pemilik mobil mulai dari laki-laki hingga perempuan. Baik mereka yang telah berumur hingga pegawai yang masih muda. Untuk penampilan sendiri terbilang biasa. Mengenakan setelan batik. Ada juga mengenakan seragam olahraga karena kebetulan hari Jumat.

Ketika jam istrahat makan siang tiba, beberapa pegawai yang membawa kendaraan roda empat pergi meninggalkan kantor tersebut dengan menggunakan mobil yang bukan berplat merah.

Sumber: (TRIBUNSUMSEL.COM)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016