Gubernur Sumsel Alex Noerdin Saat Penyerahan DIPA

Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin, Senin (14/12) menerima penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Bambang S Brojonegoro

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden agar penyerahan DIPA bisa dilakukan lebih cepat, maka pihaknya akan segera menyerahkan DIPA ke Kabupaten Kota serta Instansi Vertikal se Sumsel.

“Insya Allah hari Rabu  pagi  saya serahkan kepada bupati, walikota serta instansi vertikal di Sumsel,” ujar Alex. Penyerahan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) dan Alokasi Dana Tranfer ke Daerah tahun anggaran 2016 Provinsi Sumatera Selatan. Tema acara  “Optimalisasi DIPA 2016 sebagai sarana memperkuat perekonomian Provinsi Sumatera Selatan dalam mewujudkan peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat”, di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (16/12).

Gubernur Sumsel Alex Noerdin dengan didampingi Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, dan Wakil Ketua DPRD Sumsel. Diserahkan kepada Pemprov Sumsel, Kodam II Sriwijaya, Polda Sumsel, Pengadilan Tinggi, dan lain-lain, serta Kabupaten/Kota se-Sumsel.

Penyerahan DIPA dilakukan langsung oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin dengan didampingi Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, dan Wakil Ketua DPRD Sumsel. Diserahkan kepada Pemprov Sumsel, Kodam II Sriwijaya, Polda Sumsel, Pengadilan Tinggi, dan lain-lain, serta Kabupaten/Kota se-Sumsel.

DIPA sebelumnya diterima Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin, Senin (14/12) menerima penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)  yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Bambang S Brojonegoro atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 untuk Kementerian Lembaga (KL) dan Pemerintah Daerah seluruh Indonesia.

Penyerahan DIPA dilakukan pada pertengahan bulan dimaksudkan agar pecairan bisa tepat waktu dan akan berdampak bagi perekonomian Indonesia.

“Penyerahan DIPA ini merupakan keinginan kuat agar proses pelaksanaan pembangunan dan pencairan anggaran dapat berlangsung lebih tepat waktu, dan memberikan dampak untuk perekonomian kita,” ungkap Jokowi, dalam sambutannya, di Istana Negara, Jakarta.

Selanjutnya Presiden berharap agar semua kegiatan tahun 2016 yang sudah direncanakan dapat dimulai pada bulan Januari.

“saya minta berbagai kegiatan yang direncankan tahun 2016 dapat segera dimulai, Januari dimulai, jangan sampai terlambat,karena kalau mundur akan terjadi kontraksi ekonomi,” tegas Jokowi.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga meminta penyerapan anggaran tidak menumpuk di akhir tahun.

Pola kerja yang sifatnya business as usual agar ditinggalkan, cari terobosan baru dan pangkas semua administrasi, prosudural dan birokrasi yang berbelit-belit. Ada empat puluh dua ribu peraturan berupa PP, kepres, dan peraturan menteri dan lain-lain yang membuat ruwet sudah saya perintahkan potong separuh,” jelas Jokowi.

Jokowi berharap agar semua bisa lincah dan cepat agar penyerapan anggaran dapat bermanfaat dan tepat sasaran dan bermanfaat buat rakyat.

“Para menteri, lembaga, para gubernur bupati dan walikota agar paham betul kemana alokasi dana itu dikeluarkan karena ini uang rakyat dan menjadi tanggung jawab kita semua,” katanya.

Berdasarkan hasil kesepakatan pemerintah dan DPR, total APBN 2016 bernilai Rp 2.095,7 triliun atau meningkat cukup tinggi dibandingkan APBN Perubahan 2015. Dari total tersebut distribusi 37,4 persen atau sekitar Rp 784,1 triliun dialokasikan melalui Kementerian Lembaga (KL).

Kemudian sebanyak 36,7 persen atau Rp 770,2 triliun di transfer ke daerah dan dana desa. Di samping itu ada Rp 541,4 triliun dana untuk belanja non KL yang akan disalurkan oleh Kemenkeu selaku Bendahara Umum Negara (BUN).

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menambahkan, alokasi untuk transfer ke daerah meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini merupakan bentuk pembangunan Indonesia dari pinggiran

“Tahun 2016 alokasi untuk transfer ke daerah dan dana desa meningkat signifikan. Bagaimana semangat kita membangun Indonesia dari pinggiran,” ujarnya.

Sumber: [RMOLSUMSEL]

Wartawan:Aan Wahyudi/rhd

Editor: A.Roni

Posted by: Amrizal Aroni

Leave a Reply

Your email address will not be published.