Wow, Mafia Migas Dibalik Terbitnya Obor Rakyat

thumb_119934_08545519062014_obor

 

 

TRANSFORMASINEWS.COM– JAKARTA – Penerbitan tabloid Obor Rakyat yang mendiskreditkan calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) ternyata pada awalnya untuk menaikkan popularitas Hatta Rajasa saat menjadi Menteri Perekonomian dan tabloid itu sepenuhnya memang dibiayai oleh pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid yang belakangan disebut-sebut sebagai mafia migas. Bahkan, bukan hanya membiayai Obor Rakyat, Riza yang di Singapura dikenal dengan sebutan Gasoline Godfather juga membiayai tim sukses calon wakil presiden (cawapres) nomor urut satu itu. Kedekatannya dengan Hatta semakin mengental ketika mantan Menteri Perekonomian itu duduk di kabinet.

“Riza jugalah yang menggelontorkan puluhan miliar rupiah untuk membeli Rumah Polonia di Jalan Cipinang Cempedak I Nomor 29, Otista, Jakarta Timur. Rumah itu kini menjadi markas tim pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta,“ kata salah satu anggota tim sukses Hatta, di Jakarta, Jumat malam, (27/06/2014). (baca: BP Migas Tuding Hatta Radjasa Diduga Terlibat Kasus Mafia Migas)

Di rumah itu, lanjutnya, Riza mendirikan media center yang dipimpin Muchlis Hasyim. Jurnalis bayaran Saat dihubungi secara terpisah, dari sumber yang lain, GS, asal Gunung Sugih, Lampung Tengah, juga mengakui Obor Rakyat sejak awal direncanakan sebagai media politik partisan yang dikelola wartawan-wartawan oportunis dan disokong pebisnis.

“Jadi, ada simbiosis mutualisme antara pebisnis, politisi, dan jurnalis. Konsep media partisan itu ditawarkan Setyardi kepada Muchlis untuk kepentingan politik Hatta. Ia datang ke Muchlis karena sangat dekat dengan Hatta,“ ujar GS di Pacific Place.

Pada Maret lalu, tambah GS, Muchlis pernah membahas penerbitan media partisan itu bersama Setyardi dan seorang jurnalis senior lain, di kantornya di Jalan Rimba. Semula konsep tabloid itu ditawarkan agar digarap jurnalis senior tersebut, tetapi tidak jadi. Saat dimintai konfirmasi, Muchlis membantah ada hubungan kerja dirinya dengan Riza. (baca: Pertamina Bantah Petral Sarang Mafia Migas)

“Enggak ada itu urusannya dengan Pak Riza. Setyardi (Budiono, Pemred Obor Rakyat) sudah ngomong soal pendanaan itu,“ tutur pendiri portal berita Inilah.com itu.

Setyardi, lanjut Muchlis, sudah memenuhi panggilan pemeriksaan Polri pada Senin (23/6). Terkait dengan mangkirnya Darmawan Sepriyossa, penulis tabloid tersebut, dari pemeriksaan Mabes Polri, Muchlis menga takan yang bersangkutan berkomitmen kepadanya untuk datang dalam pemeriksaan Bareskrim Polri, hari ini Senin, (30/06/2014).

“Terserahlah, kamu mau tulis apa. Itu kan sedang ditangani polisi,“ tuturnya. (baca: Jusuf Kalla: Penyebab Kilang Tidak Dibangun Karena Banyak Mafia Migas)

Di sisi lain, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie mengatakan masih mengecek keberadaan Darmawan. Pihaknya mengetahui editor itu sedang umrah justru dari pemberitaan media massa, di sisi lain, Hatta Rajasa membantah tudingan bahwa dirinya mendanai Obor Rakyat dengan tujuan melakukan kampanye hitam terhadap saingannya, Jokowi-JK.

“Kita persiapkan surat panggilan berikutnya, Wah kalau itu memfitnah saya,“ ujar Hatta ketika dimintai konfirmasi sebelum acara debat cawapres, di Bidakara, semalam.

Sebelumnya, pengakuan yang berkesan berani dari Setyardi Budiono sebagai pemilik dan pemodal (tunggal) tabloid Obor Rakyat mengundang tanda tanya. Namun, banyak pihak meragukan pernyataannya karena tidak ada keuntungan yang diperolehnya dengan menerbitkan tabloid yang dibagi-bagikan secara gratis dan misterius itu? Benarkah cuma dia dan Darmawan Sepriyossa yang menggawangi Obor Rakyat? dan benarkah pengakuannya soal menerbitkan Obor Rakyat semata-mata hanya untuk bisnis.

“Masak tidak boleh berbisnis? Saya akan launching Obor Rakyat secara resmi. Semua syarat yang dibutuhkan akan dipenuhi,“ ujarnya, beberapa waktu lalu.

Namun, ia enggan mengungkap penyokong dana Obor Rakyat. “Tanya penyidik,“ tegasnya. Sebagai komisaris di PTPN, tambahnya, dana pribadi darinya pun cukup besar. benarkah dana Setyardi mampu menghidupi terbitan plus pendistribusian yang menghabiskan dana miliaran rupiah itu? Intelijen dari kubu Jokowi-JK yang dirugikan atas penerbitan tersebut mengaku sudah mengantongi nama-nama pengelola dan orang-orang di balik Obor Rakyat.

“Intelijen kami sudah tahu siapa-siapa orangnya. Ah, kalian juga kenal orangnya. Kita serahkan polisi saja, biar mereka yang urus. Kita urus yang lain saja,“ tutur Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan.

Muhammad Riza Chalid (tengah)

Muhammad Riza Chalid (tengah)

Dalam penelusuran terlihat bahwa penerbitan dan distribusi tabloid Obor Rakyat yang mendiskreditkan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) diduga didanai pengusaha minyak sekaligus disebut-sebut sebagai mafia migas yaitu Muhammad Riza Chalid. Bahkan, dibenarkan oleh anggota tim sukses cawapres Hatta Rajasa di Jakarta, Jumat (27/06/2014). Menurutnya, untuk menjalankan dan mengawasi penerbitan Obor Rakyat, Riza menunjuk jurnalis senior Muchlis Hasyim Jahya (MHJ).

“Muchlis hanya sebagai operator. Dia sudah bertahun tahun menjalankan bisnis media milik Riza, Inilah Group. Muchlis menjadi CEO Inilah Group yang memiliki unit usaha http://www.inilah.com, http://www.inilahjabar.com dan Inilah Koran. Riza juga di belakang Yayasan Jurnalis Indonesia yang dipimpin Muchlis,“ tuturnya.

Tidak hanya membiayai Obor Rakyat, Riza yang di Singapura dikenal dengan sebutan Gasoline Godfather juga membiayai tim sukses Hatta Rajasa. Salah satu contoh, Riza menggelontorkan puluhan miliar rupiah untuk membeli Rumah Polonia di Jalan Cipinang Cempedak I nomor 29, Otista, Jakarta Timur. Rumah tersebut kini menjadi markas tim pemenangan pasangan calon presiden/wakil presiden Prabowo-Hatta. Riza mengakuisisi Rumah Polonia melalui Ketua Majelis Dzikir SBY Nurrussalam Haji Harris Tahir.

Awalnya, Rumah Polonia digunakan sebagai markas tim sukses Hatta Rajasa dan tempat pengajian para santri Majelis Dzikir SBY Nurrussalam.
Kantor Hatta Rajasa Di Rumah Polonia itu Hatta ikut berkantor. Selain Hatta, ada ruangan mantan Kepala Staf TNI-AD Jenderal (Purn) George Toisutta serta Ketua Majelis Dzikir SBY Nurrussalam Haji Harris Tahir. Saat disambangi Rumah Polonia pada Jumat malam. Hatta Rajasa sedang tidak ada di tempat. Petugas keamanan Rumah Polonia mengatakan MHJ juga sudah dua minggu tidak datang ke Rumah Polonia.

“Biasanya Pak Muchlis datang mengendarai mobil Land Cruiser warna hitam, tapi sudah dua minggu beliau tidak ke sini,“ ungkapnya.

Namun saat melihat ruangan di Rumah Polonia, yaitu ruang tamu Haji Harris Tahir. Di dinding ruang tamu tersebut terpajang sejumlah foto berbingkai para pejabat tinggi, antara lain Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolri Jenderal Sutarman.  Namun, secara terpisah, MHJ membantah soal Riza yang diduga mendanai penerbitan dan distribusi tabloid Obor Rakyat.

“Enggak ada itu urusan nya dengan Pak Riza. Setyardi (Budiono, Pemred Obor Rakyat) sudah ngomong soal (pendanaan) itu,“ tutur MHJ, kemarin.

Menurut MHJ, semua pihak mestinya menghormati penanganan kasus Obor Rakyat oleh Bareskrim Polri. Semua kaitan antara Obor Rakyat dan dirinya maupun kubu capres tertentu yang disebutsebut media, lanjutnya, bisa berarti kampanye negatif yang jika berulang bakal jadi sebuah kampanye hitam.

“Terserahlah kamu mau tulis apa, tapi itu kan sedang ditangani polisi. Belum ada yang diputuskan bersalah. Kembali saja pada proses hukum,“ tuturnya. (baca: Solidaritas Kerakyatan Khusus Migas Laporkan Hatta Radjasa ke KPK)

Konfirmasi kepada Muhammad Riza Chalid belum berhasil. Seorang temannya mengatakan sorotan terhadap pengusaha yang memiliki kekayaan triliunan rupiah itu sedang ramai. Maka ia langsung pergi ke Singapura. Pesan sudah dilayangkan ke nomor kontaknya di +6596245xxx. Pesan terkirim, tetapi hingga saat ini tidak ada respons.   BERITA HEADLINE