BATURAJA – Badan Pusat Statistik (BPS) Ogan Komering Ulu (OKU) mencatat sekitar 37,6 ribu penduduk Bumi Sebimbing Sekundang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini dikemukakan, Kepala BPS, OKU, Aidil adha SE ME, kepada wartawan, Kamis (12/9/2013).
Lebih tepatnya, kata Aidil, jumlah kemiskinan di OKU sebanyak 37.600 jiwa ditahun 2012 sedangkan di tahun 2011 lalu angka kemiskinan Kabupaten OKU mencapai 38.300 jiwa. Dengan pencatatan ini, berarti kata Aidil Pemerintah Kabupaten OKU dinilai berhasil mengurangi angka kemiskinan dari 11, 58 persen menjadi 11,19 persen ditahun 2012.
“Meski angka kemiskinan kita menurun, namun celah antara masyarakat yang kaya dengan yang miskin masih belum terlihat adanya suatu perbedaan yang cukub signifikan. Tahun 2013 kita belum punya data. Namun diperkirakan tidak jauh berbeda,” katanya.
Pada dasarnya kata Aidil, celah antara miskin dan kaya nilainya cukup tinggi, 2,05 persen, sedangkan di tahun lalu sebesar 2,26. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan sosial yang kaya mangkin kaya dan yang miskin makin miskin.
“Seharusnya celah itu idealnya di bawah 1 persen. Untuk celah kita berada di posisi ke 7 se-sumsel. Untuk memperkecil celah itu, yang sangat miskin perlu di perhatikan lagi agar dapat menekan celah antara si kaya dan miskin sehingga celah itu tidak terlalu jauh,” katanya.
Aidil menegaskan, keberhasilan penurunan angka kemiskinan di bumi Sebimbing Sekundang didasari oleh peningkatan garis kemiskinan di Kabupaten OKU yang mencapai Rp 306.308 perkapotal, sedangkan yang lama Rp 278. 427 perkapital.
“Jika penghasilan masyarakat kita di atas garis tersebut masuk dalam kategori kaya, demikian juga sebaliknya, jika penghasilan perkapital dibawah garis kemiskinan tergolong miskin,” katanya. (tribunnews)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi