Hibah Traktor, Petani Diimbau Tak Beri Hadiah ke Pejabat

Hibah Traktor, Petani Diimbau Tak Beri Hadiah ke Pejabat

Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (kanan) saat penyerahan traktor tangan kepada petani di Subang, Jawa barat, 26 Desember 2014. Jokowi menyerahkan 1.099 traktor tangan kepada 19 kelompok tani dan sembilan perwakilan kelompok. ANTARA/Agus Suparto

TRANSFORMASINEWS, SUBANG – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengancam menarik hibah traktor dan pompa air yang diberikan kepada 40 kelompok tani. Ancaman ini akan diterapkan jika petani atau penerima traktor menjualbelikan barang hibah tersebut.

“Ingat, ini barang hibah, bukan untuk diperjualbelikan,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Hendrawan, dihadapan para kelompok tani penerima hibah traktor, di Subang, Rabu, 7 April 2015.

Ia juga menegaskan, petani tidak memberikan hadiah kepada siapa saja yang terkait dengan pemberian hibah. “Jangan layani oknum pejabat dinas pertanian, pejabat UPTD petanian, LSM atau pun wartawan yang meminta uang,” kata Hendrawan menegaskan.

Hendrawan mengingatkan, jika barang hibah tidak digunakan selama dua musim tanam akan diambil alih. “Akan kami relokasi ke kelompok tani lain yang membutuhkan,” ujar Hendrawan.

Pemberian hibah traktor dari pemerintah pusat tersebut dimaksudkan buat percepatan tanam sehingga program swasembada pangan segera terwujud. Ini salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Swasembada pangan diharapkan Indonesia tidak lagi bergantung produk impor.

Kelompok Tani Rengassari Desa Anggasari, Muhtar Raharja, mengatakan siap menerima amanah hubah traktor tersebut. “Kami akan memanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.
Ia bertekad meningkatkan produksi padi dari enam menjadi tujuh ton per hektere setiap musim. “Maklum, tanah sawah kami dekat ke laut jadi sistem pengolahan tanahnya harus ekstra,” ujar Muhtar.

Ia juga akan berusaha agar hibah traktor yang diterima kelompoknya dalam waktu lima tahun bisa beranak. “Maksudnya, jadi nambah, dari satu jadi dua, beli dari hasil sewa traktor hubah,” Muhtar menjelaskan. Ia mengimbuhkan, tak akan menerima oknum yang mencari kesempatan. “Nggak akan, kami berani menolak.”

Komandan Kodim 0605 Sunan Gunung Jati Subang, Letnan Kolonel Yani Sasongko, akan melakukan pengawsan ketat hibah traktor tersebut. “Para Babinsa kami instruksikan supaya memelototi barang hibah yang diterima kelompok tani itu agar tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Sumber:TEMPO.CO/AR

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016