MUARADUA – Kirawan bin Iskandar (39), salah satu gembong perampok dari enam kawanan sadis bersenjata api rakitan (Senpira), yang belum lama ini menggasak tauke kopi dari Muaradua Kisam di Desa Madura, Rabu (19/09), sekitar pukul 10.00 WIB, akhirnya diringkus tim buser Polres OKUS. Pelaku yang tanpa belas kasihan melukai korbannya dengantembakan di kaki ini, dibekuk di kediaman mertuanya di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Bunga Mayang, OKU Timur, setelah diburu cukup lama.
Kapolres OKUS AKBP Wira Satya Triputra SIk MH; melalui Kasat Reskrim AKP Hasbullah Hamid SH, kemarin (19/09) menyebutkan, dalam proses penangkapan, pelaku harus dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan anggota polisi saat hendak dibekuk.
“Untuk dapat menangkapnya, pelaku ini terpaksa kita lumpuhkan dengan timah panas di kaki sebelah kirinya, karena mencoba melawan anggota kita dengan menggunakan sebilah pisau,” ungkapnya.
Dari tangan pelaku, selain berhasil mengamankan senjata tajam yang ia gunakan untuk melawan petugas, aparat juga mengamankan sepucuk senpira jenis revolper beserta peluru yang diduga merupakan senjata yang kerap digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya kepada para korban.
“Pelaku memang sudah sejak lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres OKU Selatan, bersama lima rekannnya yang nama dan tempat tinggalnya sudah kami kantongi. Namun baru kemarin malam kita bisa meringkus salah satu dari enam kawanan perampok antar daerah yang kerap meresahkan ini,” tuturnya.
Untuk keterlibatan pelaku dalam kasus perampokan tauke kopi Mat, warga Muaradua Kisam dengan TKP desa Madura yang terjadi 13 Mei lalu, Hasbullah menuturkan pelaku ini memang terlibat langsung dalam perampokan tersebut.
Dimana pada saat perampokan tersebut, terangnya para pelaku yang menggasak uang korban Rp 45 juta, juga melukai korban dengan menembak Sugeng, sang kernet mobil hingga mengalami luka tembak di kaki.
Setelah itu para pelakupun melukai Eko, lanjut Hasbullah, kernet lainnya dengan senjata tajam, yang mana dalam melancarkan aksinya para pelaku ini menggunakan modus dengan berpura-pura mengalami pecah ban; dan meminta tolong kepada korban yang ketika itu kebetulan melintas.
“Usai melakukan aksinya para pelaku ini berlari ke hutan, namun dalam pelariannya tersebut para pelaku meninggalkan sepeda motor Mio dua unit warna hitam dan warna Biru yang kita jadikan barang bukti pengungkapan kasus ini,” jelasnya.
Hasbullah menyebutkan, selain ikut serta dalam perampokan secara langsung, pelaku ini juga berperan sebagai informan dari rekan-rekannya sesama perampok yang berdomisili di OKU Timur.
Ditemui terpisah di sel Tahanan Mapolres OKU Selatan, Kirawan mengakui secara langsung keterlibatannya dalam kasus perampokan terhadap korban Mat. Namun, dirinya menyangkal berenam, karena seingatnya hanya berempat. “Kami cuma berempat, dari hasil rampokan itu masing-masing cuma kebagian Rp 7 juta, sementaro siso abis untuk foya-foya,” tutupnya. (palembang-pos)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
