PANGKALAN BALAI-BANYUASIN, BeritAnda – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mitahul Ulum Pangkalan Balai merupakan salah satu sekolah yang banyak memiliki prestasi, baik dalam ekstrakulikuler maupun akademiknya.
Namun sayangnya, perhatian pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas) Banyuasin, yang kurang memberi apresiasi dan dukungan mutlak bagi sekolah ini yang setingkat SMP. Walaupun demikian, sekolah ini tetap berupaya menampilkan yang terbaik demi mencerdaskan anak bangsa.
Kepsek MTs Miftahul Ulum Pangkalan Balai, Efendi Arifin SAg kepada BeritAnda.com Banyuasin, Kamis (19/9/2013) menjelaskan, sekolah ini berdiri tahun 2002, yang awalnya hanya memiliki 40 siswa. “Alhamdulillah jumlah siswa di sekolah ini sampai saat ini sudah berjumlah 325 siswa,” terangnya.
Efendi menuturkan, meskipun sekolah kami kurang mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya Disdiknas Banyuasin, namun pembangunan sarana dan prasarana sekolah ini bisa dikatakan 80 persen murni bantuan dari wali murid,” ujarnya.
Disinggung tentang pengajuan proposal ke Disdiknas Banyuasin, Efendi mengatakan, setiap tahun kami selalu mengajukan propasal, akan tetapi sampai saat ini pengajuan kami tersebut belum juga terealisasi. “Padahal kami sangat butuh sekali untuk membuat ruang laboratorium, dan ruang perpustakaan, ” ungkapnya.
Terpisah, Ketua Yayasan MTs Miftahul Ulum Tarmizi saat dikonfirmasi terkaitn pengajuan proposal ke Disdiknas Banyuasin menjelaskan, pengajuan itu sudah kami lakukan, bahkan dari Komisi IV DPRD Banyuasin pun sudah turut membantu. Akan tetapi sampai sekarang ini belum mendapatkan hasil.
“Bahkan mereka (Pihak Disdiknas Banyuasin) mengatakan, semua itu di luar naungan Disdiknas Banyuasin, sehingga sulit untuk memberikan bantuan terhadap sekolah tersebut,” terangnya.
Tarmizi juga membenarkan jika pembangunan sekolah itu memang dari swadaya masyarakat, dan bantuan pribadi mantan Bupati Banyuasin Amirudin Inoed serta mantan Wakil Bupati Banyuasin Rahmad Hasan.
“Kami berharap kepada pemerintah, sesuai program pemerintah pusat, untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka berilah perlakuan yang sama seperti yang dirasakan dan diterima sekolah negeri, jangan di pilah-pilah. Sebab MTs selain menyumbang dan melahirkan siswa yang cerdas, juga menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat Banyuasin. Jadi sebenarnya ada apa dengan MTs di mata Disdiknas,” jelasnya. (beritanda)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
