Seorang Polwan Dibalik Pengungkapan Kasus 1 Ton Sabu

AKP Rosana Albertina Labobar (ist)

TRANSFORMASINEWS.COM, DEPOK.  Pengungkapan penyelundupan 1 ton sabu oleh Warga Negara Taiwan, cukup fenomenal. Rupanya di balik pengungkapan kasys tersebut ada peran seorang Polwan. Dia adalah Wakasat Narkoba Polresta Depok AKP Rosana Albertina Labobar.

Polisi yang akrab dipanggil Ocha ini memang menjadi satu-satunya Polwan dari 35 anggota tim yang ikut menangkap keempat pelaku warga Taiwan ketika menyelundupkan 1 ton sabu asal Cina lewat Anyer, Serang Banten.

AKP Rosana Albertina Labobar bercerita suasana yang mencekam dan sempat tengkurap selama empat jam di semak-semak hanya untuk mengintai aktivitas jaringan narkoba internasional asal Taiwan tersebut.

“Ada informasi barang (sabu) sudah bersandar di Hotel Mandalika sekitar pukul sebelas malam, lalu barang diturunkan dari kapal sekitar jam tiga pagi. Selama itu saya tengkurap selama hampir empat jam sebelum aksi penyergapan dilakukan,”ujarnya di ruangan kerjanya, Sabtu (15/7).

Sebagai perwira pernah menjabat sebagai Panit 3 Subdit 3 Dit Narkoba Bareskrim Polri ini langsung memasuki kawasan hotel begitu empat pelaku datang. Saat masuk, Ocha ditemani anggota Polisi Laki-Laki (Polki) yaitu Bripka Masyuri atau Mike, mengintai pergerakan para pelaku di semak belukar.

“Posisi saya paling depan saat itu dan hanya berjarak sekitar 30 meter dari mobil pelaku berada di bibir pantai dalam hotel tersebut,”tambahnya.

Sebagai kepala tim penyelidikan di dalam tim gabungan Dit Narkoba Polda Metro Jaya dipimpin Dir Narkoba Kombes Nico Afinta dan Kapolresta Depok yang juga sebagai kepala tim penyelidikan langsung mengintai pergerakan pelaku.

“Waktu itu posisi mengintai saya di semak-semak ilalang sekitar setengah meter. Karena cukup tinggi ilalangya saya tengkurap supaya tidak ketahuan,” ucap Polwan kelahiran Ambon, 19 Oktober 1986, itu.

Selama empat jam posisi tengkurap, jebolan Akademi Polisi (Akpol) angkatan 2007 tersebut mengambil posisi yang memudahkan pergerakannya saat sedang melakukan pengintaian tidak diketahui oleh pelaku.

Pada saat menjalankan misi penangkapan pelaku, Ocha hanya berbekal kaos dan celana jins robek yang dikenakan. Tidak membawa pakaian cadangan.

“Sudah seperti waktu di pendidikan saja, lutut sampai merah-merah karena harus merayap diantara ilalang tinggi. Selain itu sekujur badan menjadi korban gigitan nyamuk dibiarkan saja takut ketahuan oleh pelaku hingga harus menahan buang air kecil juga dan kalau mau pipis di situ juga dibersihkan dengan air mineral,”tuturnya sambil tertawa.

Bagi Ocha, penyelidikan itu menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan. Segala pengorbanannya untuk memberantas jaringan narkoba pun terbayar dengan ditangkapnya jaringan tersebut.

“Dengan terungkapnya kasus ini menjadi suatu kebanggan serta lega dapat membongkar jaringan internasional ini. Semua ini berkat kerja keras tim, bukan saya saja, karena kita tim,”tambahnya.

Sebelumnya Tim Gabungan Satgas Merah Putih dibantu Kepolisian Taiwan dibawah pimpinam Dir Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico dan Kapolresta Depok Kombes Hery Heriawan akrab dipanggil Herimen berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 1 ton di Dermaga eks Hotel Mandalika, Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis (13/7) dini. Keempat tersangka itu adalah Ling Ming Hui (ditembak mati), Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li, yang sebelumnya sempat kabur ketika disergap polisi.

Sumber:Poskota (Angga) 

Posted by: Admin Transformasinews.com

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016