Selidiki Dugaan Pencurian Minyak

Kasus Bocornya Minyak di Mariana

Banyuasin- Bocornya jalur pipa Tempino Plaju KM 03 Sungai Gerong, Minggu (15/09), pukul 15.30 WIB, dan minyak mentah mencemari sungai sepanjang 2 kilometer dipinggir Jalan Sabar Jaya, Desa Sungai Rebo, Kecamatan Mariana, Banyuasin, masih dalam penyeldikan Satreskrim Polres Banyuasin. Dugaannya, minyak itu karena ulah pelaku illegal tapping.

Dari pantauan Palembang Pos kemarin (19/9), sekitar pukul 11.00 WIB, bersama Kapolres Banyuasin AKBP Ihksan,  tepat dilokasi bocornya jalur pipa Tempino Plaju KM 03 Sungai Gerong. Bekas bocornya pipa diduga illegal tapping tersebut hanya berjarak lebih kurang 3 meter dari pagar komplek perkantoran Pertamina Sungai Gerong. Namun, pipa yang diduga bocor sudah diganti clem standar pertamina, sementara clem yang diduga milik pelaku illegal tapping sudah disita Dit Polair Polda Sumsel.

Begitu juga dilokasi saat diketahui bocor, tidak ditemukan peralatan pelaku illegal tapping, seperti selang maupun jejak-jajak pelaku seperti perahu motor atau lain-lain. Pada saat terjadi kebocoran pipa, air posisinya tengah pasang; dan pipa lebih kurang berada di kedalaman 2 meter di dasar sungai. Mungkin pelaku illegal tapping memasang clem tersebut dengan cara menyelam ke pinggiran sungai.

Kapolres Banyuasin AKBP Ihksan mengatakan, guna menekan tindakan para pelaku illegal tapping, pihaknya akan melakukan tindakan melumpuhkan para pelaku (tembakan melumpuhkan), jika tertangkap tangan tengah melakukan aksi pencurian. “Akan kita lakukan tindakan peringatan dan tembak untuk melumpuhkan para pelaku yang tertangkap tangan melakukan illegal tapping,” kata Ikhsan ditemui kemarin di lokasi bocornya pipa pertamina.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus illegal tapping di jalur pipa KM 03 Sungai Gerong tersebut, termasuk melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian kebocoran itu. “Masih dalam penyelidikan lebih lanjut, saya datang ke lokasi langsung untuk mengetahui dan berkomunikasi langsung dengan pihak pertamina dan Elnusa langsung, untuk mencari solusi permasalahan yang ada baik itu pengamanan jalur pipa, khususnya wilayah Banyuasin,” terang Ihksan.

Sementara itu, dari pihak pertamina dan Elnusa memaparkan kronologis diketahuinya kebocoran dihadapan Kapolres Banyuasin. Pihak pertamina memaparkan, sekitar pukul 15.30 WIB, mereka mendapat informasi dari masyarakat jalur pipa KK03, lokasi kebocoran HSETC Pertamina Sei Gerong bocor. Selanjutnya dilakukan langkah-langkah yang diambil dengan menurunkan tim penyelam.

“Saat tim penyelam meraba dipipa tersebut, ditemukan clam illegal tapping, karena clem illegal tapping kami tidak berani langsung mengganti clam standar pertamina. Clem baru diganti setelah air surut, namun pipa tersebut sudah jarang digunakan yang direncanakan untuk diclossing,” ujar Rahman Thalib, Humas PT Elnusa, selaku pengelola pipa PT Pertamina.

Pukul 21.00 WIB, tim melakukan pembersihan dan menyedot minyak  yang dilakukan oleh Pertamina RU III dan Elnusa. “Pengambilan limbah B3, memasang clem, memberikan makanan kepada warga pagi siang dan malam karena mereka belum diperbolehkan memasak,” ungkapnya. (palembang-pos)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016