TRANSFORMASINEWS.COM, MARTAPURA-OKU TIMUR. PLN bersama Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah melakukan pencabutan KWH meter secara paksa bagi warga yang menunggak hingga 10 bulan dan enggan membayar denda dan tunggakan listriknya.
Mengingat sampai saat ini jumlah tunggakan pelanggan listrik di OKU Timur mencapai Rp.15.095.084.735.
Kedepan PLN dan pemerintah akan mengambil tindakan tegas jika tunggakan lebih dari tiga bulan tidak dibayar akan di cabut KWH listriknya.
Kepala Badan Pegelola Pajak dan Retribusi Daerah Elfian Syawal mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PLN dan mengajak anggota Sat Pol-PP melakukan kegiatan penagihan dan pencabutan KWH meter bagi warga yang menunggak namun engan membayar yang dilakukan di Kecamatan Bunga Mayang dan Kecamatan BP Peliung.
“Kita langsung cabut KWH meter jika warga tidak melakukan pembayaran di tempat, sehingga warga yang memiliki tunggakan hingga 10 bulan, wajib membayar denda serta tunggakan tersebut kepada pihak PLN,” terangnya.
Dalam operasi tersebut pihak PLN dan Pegelola Pajak dan Retribusi Daerah berhasil menagih dan membawa uang kurang lebih sekitar Rp.100 juta. Karena banyak warga yang membayar di tempat dibandingkan KWH meter mereka di cabut oleh pihak PLN.
“Tentunya kita berharap kepada masyarakat yang merasa memiliki tungakan listrik yang lebih dari 3 bulan harap segera di bayar, mengingat kita akan terus melakukan operasi tunggakan listrik di Kabupaten OKU Timur ini,” jelasnya.
Kemudian Elfian berharap kedepan masyarakat bisa sadar dan melakukan pembayaran listrik dengan tepat waktu, kalaupun menunggak jangan samp[ai lebih dari tiga bulan. “Karena didalam pembayaran listrik tersebut merupakan pendapatan asli daerah Kabupaten OKU Timur,” ungkapnya.
Mengingat tidak ada toleransi kembali jika warga menunggak lebih dari 3 bulan akan diberikan surat peringatan dan akan dilakukan pencabutan secara paksa oleh pihak PLN, kalau tidak segera dilakukan pembayaran.
“Walaupun natinya KWH meter yang dicabut akan diganti dengan KWH meter berbayar, dengan demikian warga yang biasa menunggak tidak akan bisa menunggak lagi, karena harus membeli pulsa listrik,” pungkasnya.
Data rekap tungakan rekning listrik pt pln (persero) wilayah S2JB area Palembang dan lahat per Kecamatan se-Kabupaten OKU Timur sampai dengan tanggal 27 April.
BP Peliung jumlah tugakan dari PLN Rp.1.286.094.873 dan tungakan PPJ (10%) Rp.128.609.487.
Martapura tunggakan dari PLN Rp.2.413.255.038 dan tungakan PPJ (10%) Rp.241.325.487.
Jayapura Tunggakan dari PLN Rp.283.360.465 dan tungakan PPJ (10%) Rp.28.336.504.
Bunga Mayang tunggakan dari PLN Rp.373.689.905 dan tungakan PPJ (10%) Rp.37.368.047.
Buay Madang tunggakan dari PLN Rp.1.604.496.346 dan tungakan PPJ (10%) Rp.160.449.991.
Buay Madang Timur tungakan Dari PLN Rp.1.215.510.739 dan tungakan PPJ (10 %) Rp.121.551.635.
BP Bangsa Raja tunggakan dari PLN Rp.352.173.955 dan tungakan PPJ (10 %) Rp.35.217.400.
Madang Suku I tunggakan dari PLN Rp.1.418.433.311 dan tungakan PPJ (10 %) Rp.141.843.331.
Madang Suku II tunggakan dari PLN Rp.1.011.742.135 dan tungakan PPJ (10%) Rp.101.174.214.
Madang Suku III tugakan dari PLN Rp.642.006.177 dan tungakan PPJ (10%) Rp.64.200.
Semendawai Suku III tunggakan dari PLN Rp.497.750.169 dan tungakan PPJ (10%) Rp.49.775.017.
Belitang Madang Raya tunggakan dari PLN Rp.1.391.495.987 dan tungakan PPJ (10%) Rp.139.149.599.
Belitang tunggakan dari PLN Rp.932.983.363 dan tungakan PPJ (10%) Rp.93.298.336.
Semendawai Barat tungggakan dari PLN Rp.235.057.359 dan tungakan PPJ (10%) Rp.23.505.736.
Cempaka tunggakan dari PLN Rp.335.796.227 dan tungakan PPJ (10%) Rp.33.579.623.
Semendawai Timur tunggakan dari PLN Rp.147.106.389 dan tungakan PPJ (10 %) Rp.14.710.639.
Belitang II tunggakan dari PLN Rp.452.653.392 dan tungakan PPJ (10%) Rp.45.265.339.
Belitang III tungakan dari PLN Rp.241.768.466 dan tungakan PPJ (10%) Rp.24.176.847.
Belitang Jaya tunggakan dari PLN Rp.52.387.832 dan tungakan PPJ (10%) Rp.5.238.783.
Belitang Mulya tunggakan dari PLN Rp.2017.322.567 dan tungakan PPJ (10%) Rp.20.732.257.
Dengan jumlah total tunggakan sebesar Rp.15.095.084.735 dan 10 persen dana tersebut merupakan salah satu sumber penerimaan pendapatan asli daerah OKU Timur, yang bersumber dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) senilai Rp. 1.509.508.474.
Sumber: Okutimurpos.com (dira)
Posted by: Admin Transformasinews.com
