TRANSFORMASINEWS, PURWOREJO – Pemerintah Kerajaan Belanda mengirimkan delegasinya untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Partisipatory Irigation Sector Projek (PISP) di Kabupaten Purworejo.
Purworejo mendapat alokasi pilot projek irigasi yang didanai ADB dan Pemerintah Kerajaan Belanda sebesar Rp 22,399 milyar, dengan dana pendamping APBD sebesar Rp 495,5 juta. Tim dari Belanda yang terdiri dari Willem J Vandast (Konsultan), Verteo Bodnart, dan Joep Schenk diterima
Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg di ruang peringgitan rumah dinas bupati. Ikut mendampingi Yulianto dari Ditjend Irigasi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
“Dari anggaran itu baru bisa menyentuh 25 persen wilayah, dari seluruh daerah irigasi di Purworejo,” kata Kabid Prasarana Wilayah pada Badan Perencanaan Pembanmgunan Daerah (Bappeda) Purworejo Bambang Setyawan SSos MSi, Rabu (17/12).
Tim dari Belanda ini juga meninjau proyek irigasi di Desa Gintungan Kecamatan Gebang, daerah irigasi (DI) Mranti dan DI Desa Mudalrejo, serta DI Kaliduren. Juga Desa Tridadi Kecamatan Loano yang belum mendapat proyek irigasi.
Kegiatan proyek bantuan ini menurut Bambang Setyawan, sudah berlangsung sejak 2006-2011 lalu.
Menurut Willem J Vandaast, pihaknya datang ke Purworejo untuk melihat langsung dari hasil pelaksanaan pilot proyek irigasi. “Juga untuk mengetahui manfaatnya,” jelasnya.
Sumber:(KRjogja.com)
