Pembangunan Masjid Sriwijaya Jakabaring Mandeg, Alex Noerdin: Setengah Mati Kito Nyarikan Dananyo

Master Plan Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring Palembang

TRANSFORMASINEWS.COM.COM, PALEMBANG.  Setelah mandeg sejak beberapa tahun lalu, Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH mengakui adanya banyak kendala pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring Palembang.

“Kendalanyo banyak. Lahan ditanami wong pisang. Tapi kan diselesaikan itu. Masyarakat demo. Tapi diselesaikan. Sekarang selesai. Tinggal ini. Kendala yang paling berat itu adalah dana. Setengah mati kito nyarikan dananyo ini. Nak keliling nyari dana itu belum ado waktu,” ungkap Alex ketika ditanya usai membacakan jawaban Gubernur Sumsel terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas dua Raperda pada rapat paripurna XXVII DPRD Provinsi Sumsel, Senin (29/5/2017).

Ditanya apakah sampai sekarang belum ada dana serta apa upaya yang dilakukan Pemprov Sumsel untuk menyelesaikan masjid yang bakal menjadi termegah se-Asia? Ini jawaban mantan Bupati Muba dua periode.

masjid raya
Master Plan Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring Palembang

“Beguyur. Kalau untuk tahap awal fondasi dan itu sudah ado. Tapi untuk tahap selanjutnyo kito masih carikan lagi. Dan kalau pakai APBD terlalu besar. Dak sanggup APBD dukungnyo, apolagi APBD banyak untuk (keperluan) yang lain. Jadi harus nyari bantuan dari pihak ketigo dalam maupun luar negeri. Kamu tuh melok berdoa,” ujar kepala daerah pelopor sekolah dan berobat gratis ini.

Sebelumnya pernah dikatakan, besarnya dukungan semua pihak termasuk tokoh masyarakat terhadap pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, maka diyakini progres pencampaian pembangunan akan selesai tepat waktu sesuai harapan masyarakat.

Alex awal tahun 2017 lalu menjelaskan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya diharapkan selesai tepat waktu, seperti yang diharapkan salama ini, serta proses pembangunan juga tetap terus mendapat dukungan semua pihak, termasuk tokoh masyarakat Sumsel melalui pendanaan yayasan masjid nasional Sriwijaya.

Pendanaan yang diperoleh yayasan masjid nasional Sriwijaya ini, tentunya tak lepas dari bantuan para tokoh dan pengurus yayasan Masjid Nasional Sriwijaya.

Yang tidak lain merupakan tokoh-tokoh nasional asal Sumsel yang saat ini masih aktif berkiprah di tingkat nasional.

“Seperti mantan Ketua Komisi Yudisial yang juga Pembina Yayasan Masjid Nasional Sriwijaya Jimly Asshidiqie, mantan anggota DPR RI Asmawati dan Mala Fatma Noerdin, serta beberapa tokoh lain yang ikut berpartisipasi menyukseskan pembangunan masjid yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel,” katanya, Senin (30/1/2017).

Dijelaskannya, peran serta putra putri Sumsel dalam pembangunan masjid dan suntikan dana dari Islamic Development Bank serta negara-negara Islam lainnya tentu sangat membantu percepatan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

“Kita harapkan ke depan akan semakin banyak yang ikut berpartisipasi membantu memberikan dukungan terhadap pembangunan masjid ini,” tandasnya.

Pemprov Bantu Bangun Masjid Raya Sriwijaya dari APBD Rp 80 M

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya DR Marwa Diah. DOK.FOTO: SRIPOKU.COM/ABDUl HAFIZ

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya DR Marwa Diah menyatakan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdi SH sedang memperjuangkan anggaran kebutuhan Rp. 1,4 triliyun pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

“Kebutuhan pembangunannya Rp. 1,4 Triliun. Tahapan fondasi sudah beres. Tinggal bangunan. Ada bantuan luar Arab, Kuwait, Iran.

Nah belum tahu nilainya, Pak Gubernur lagi perjuangkan, roadshow,” ungkap DR Marwa Diah usai mengikuti rapat di ruang rapat Setda Pemprov Sumsel, Senin (29/5/2017).

Marwa menyatakan memang ada hal yang perlu direvisi meliputi teknis, kontrak supaya berjalan sesuai aturan perundang-undangan.

“Progresnyo bagus. Cuma ada beberapo hal perlu direvisi. Antara lain teknis, kontrak supaya berjalan sesuai aturan perundang-undangan. Jangan menyalahi,” ujarnya.

Ia mengaku ada bantuan Rp. 80 Miliar berdasarkan hibah dari Pemprov di tahun 2017 ini.

“Yang sudah dibayar Rp. 50 M. Ini tahun ini Rp. 80 M. (Peruntukannya apa) kagek lagi diatur.

Ketika disinggung masih adanya permasalahan lahan bakal dibangunnya masjid termegah di Asia ini, menurut Marwa itu ditangani Pemprov.

“Soal tanah warga itu urusan Pemprov. Banyak yang ngaku punyo wong dio tapi katek bukti,” katanya.

Marwa Diah juga menjelaskan Masjid yang berlokasi di Jakabaring ini ditargetkan bakal serempak selesainya dengan moment perhelatan akbar Asian Games 2018 mendatang.

“Target kita selesaikan masjid dan segala perlengkapannya. 2018 target Pak Gubernur serempak dengan Asian Games. Manusia yang merencanakan, Tuhan menentukan.

Baru Rp. 130 M. Total kebutuhan Rp 1,4 T, kalau masjidnya Rp. 668 M. Sisanya gedung serbaguna, sekolah, taman, perpustakaan, bisnis centre, Islamic centre. Baru Pemprov yang Rp. 80 M,” pungkasnya.

Sumber: Sripoku.com

Posted by: Admin Transformasinews.com