TRANSFORMASINEWS, BANYUASIN – Sebanyak 15 adegan diperagakan Bripka Md, mantan Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Balai, dalam rekontruksi penembakannya terhadap korban Huzer (45), warga Perumnas Griya Mulya, Kelurahan Rimba Asam, Kecamatan Betung, Banyuasin, Jumat (14/11), sekitar pukul 15.00 WIB. Dari rekontruksi tersebut, terlihat jika korban Huzer meminta Bripka Md untuk tidak kabur, usai menabrak Dewi Apriadi (25), pengendara motor Honda GL Pro Nopol BG 5654 JW. Bripka Md sendiri mengendarai Avanza hitam Nopol BK 111 F. “Kamu jangan melarikan diri,” kata Bripka Md menirukan ucapan Huzer.
Diadegan ke-12, sembari mengeluarkan pistolnya, Bripka Md langsung melepaskan tembakan ke arah Huzer, yang pelurunya mengenai paha kiri dalam, hingga korban terjatuh. Lalu, adegan selanjutnya ada mobil yang menjemput Bripka Md dan kabur ke arah Sekayu. Dan, korban dievakuasi warga ke UPT Puskesmas Betung.
Menggunakan baju kaos berwarna hitam, dan bercelana pendek warna coklat, Bripka Md mengikuti rekontruksi yang digelar di depan Terminal Tipe A Betung, tepatnya di KM 65, Jalan Palembang-Betung, Kelurahan Rimba Asam. Rekontruksi berjalan lancar, meski ditonton ratusan warga, dan bahkan keluarga korban, dengan dijaga ketat petugas Polres Banyuasin, dan Polsek Betung.
Dari gambaran adegan tersebut, setelah menabrak motor Dewi Apriadi, tersangka Md keluar dari mobil, dan sempat meminta ambilkan baju, dan senjata kepada warga sekitar yang bernama Cen (20), yang berada di dalam mobil.
Lalu Bripka Md, berjalan mengarah ke Betung. Dan begitu tiba di depan gerbang terminal yang berada di atas tanjakan, sekitar 100 meter dari TKP Lakalantas, Bripka Md sempat mencuci muka pada air di dalam drum di sekitar lokasi, lalu datang korban Huzer hingga terjadi penembakan itu.
Kapolres Banyuasin AKBP Julihan Muntaha SIk, melalui Kasat Reskrim Iptu Harmianto mengatakan, jika rekontruksi itu berjalan sebanyak 15 adegan. “Ini dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan, yang nantinya jika berkas lengkap akan diserahkan ke kejaksaan,” singkatnya.
#Bantu Biaya Rp 110 Juta
Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Julihan Muntaha, mendatangi langsung ruang Paviliun Lukas Bet 1, lantai 3 RS RK Charitas, untuk membesuk Huzer (45), kemarin (14/11), sekitar pukul 15.00 WIB.
Julihan mengatakan, pihaknya siap membiayai penuh perawatan medis Huzer, hingga sembuh total. Pihaknya membantah jika selama ini Polres Banyuasin menelantarkan korban salah tembak tersebut, tanpa memberikan respon sama sekali.
“Jika ada informasi yang mengatakan demikian, itu hanya provokasi saja. Dari perawatan di RS Myria, hingga ke RS RK Charitas, semua kami yang tanggung. Biaya yang kami keluarkan untuk membantu korban hingga saat ini, sudah mencapai Rp 110 juta,” kata Julihan.
Sedangkan untuk proses hukum terhadap Bripka Md yang kini resmi menjadi tahanan Pores Banyuasin, saat ini terus berlanjut, sambung Julihan. Pihaknya telah melakukan proses penyelidikan maupun pemanggilan saksi.
“Selanjutnya berkasnya akan segera kami limpahkan kepada pihak Kejaksaan untuk proses pidana umum. Setelah ada putusan terkait kasus tersangka, maka akan segera dilaksanakan proses sidang kode etik,” tegas Julihan.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjend Pol Prof Dr Iza Fadri mengatakan, ia selaku Kapolda Sumsel selalu melakukan monitoring terhadap perkembangan kasus tersebut. Pihaknya sudah mengintruksikan kepada Kapolres, agar tetap selalu memperhatikan kondisi korban. “Untuk oknumnya sudah ditetapkan tersangka, dan akan segera kami proses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Siapa yang bersalah, maka harus dikenakan sanksi,” tegas Iza.
Hartati (38), istri Huzer ditemui di RS RK Charitas mengatakan, kondisi korban saat ini sudah membaik, namun semenjak diamputasi, korban hingga sekarang belum bisa bicara, dan mengalami sakit lambung. “Saya cuma ingin suami saya diobati sampai sembuh. Setiap kami berhubungan dengan keluarga pelaku, selalu disodorkan surat pernyataan, sepertinya mereka mau melepaskan tanggungjawab,” ujar Hartati.
Sementara itu kondisi korban dinyatakan sudah mulai membaik, karena tidak mengalami kejang-kejang lagi. “Sekarang suami saya sudah mulai bisa istirahat, sudah tidak ngigau lagi,” terang Hartati.
Untuk diketahui, Huzer ditembak Bripka Md, saat berada di depan Terminal Betung, Kecamatan Betung, Banyuasin, Minggu (02/11), pukul 10.00 WIB. Sebelum menembak Huzer, Bripka Md terlibat kecelakaan dengan mobilnya Avanza hitam bernomor polisi BK 111 F, hingga membuat warga lainnya atau korban Dewi Apriadi (25), pengendara motor, warga Desa Taja Mulya, Kecamatan Betung, mengalami patah kaki. Sumber: (Palpos)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
