Infaq dan Sadakah Murid MTsN Muara Enim di Pertanyakan

images
Foto: Siswa MTsN Muara Enim/Net

TRANSFORMASINEWS.COM, MUARA ENIM. Berawal dari dugaan adanya penyelewengan dana Infaq dan sedekah yang dipertanyakan  banyak wali murid karna ketidak transparan dalam pengelolaan dana infaq dan sadakah yang bersumber dari para murid yang dikumpulkan setiap hari jumat selama ini, bahkan sempat ada romor dari mulut -kemulut bahwa uang tersebut digunakan oleh kepala MTsN yang lama di duga untuk transport pulang ke palembang setiap minggu.

Wartawan transformasinews.com  mengkonfirmasi isu yang berdasar kepada bendahara Infaq dan sedekah, keterangan bendahara  isu tersebut tidak benar, bahwa dana itu hanya untuk digunakan pada keperluan musollah saja, misalnya untuk membeli mekenah, terali musollah, jam dinding dan berbagai alat untuk kesempurnaan musolah yang selama ini menjadi kebanggaan dan tempat beribadah baik itu murid dan guru.

Pak Edi susanto membenarkan bahwa kalau ingin berinfaq dan sedekah baiknya di hari jum’at karena hari itu penuh dengan berkah dan rahmat dari Allah SWT.

 Bendahara infaq dan sedekah pada MTsN Muara Enim, wartawan transformasinews.com menemui Pak Edi Susanto sebagai bendahara infaq dan sedekah untuk mengkonfirmasi dari dugaan wali murid terhadap dana infaq dan sedekah yang mana selama ini sudah diprogramkan oleh MTsN Muara Enim  diduga telah diselewengkan .

Beliau menjelaskan kepada kami bahwa infaq dan sedekah itu sukarela, tidak dipaksa, maka beliau pun menyuruh memanggil anak agar ikut memberi keterangan tentang infaq dan sedekah diantaranya Ketu OSIS dan 2 orang anggota…” dengan semangat kebeneran mereka membenarkan kalau adanya sumbangan sukarela tanpa ada paksaan sedikit pun untuk berinfaq dan sedekah, berarti jelas sumbangan infaq dan sedekah itu benar tidak diwajibkan melainkan mengajak anak-anak untuk belajar infaq dan sedekah pada hari yang sangat baik yaitu hari jum’at.

Pak edi “ apakah kepanitiaan infaq dan sedekah itu ada, jawab beliau” tidak ada pak “ Cuma kepala Madrasah menunjuk secara langsung seorang bendahara agar uang tersebut dapat dikoordinir secara baik dan sesuai dengan program MTsN muara enim agar Musolah di madrasah tersebut menjadi lebih baik dan menjadi contoh untuk madrasah madrasah lainnya”

Ketika kami menanyakan tentang uang tersebut” di gunakan apa tidak oleh kepala madrasah yang lama dana infaq dan sedekah ? ‘ masyaallah, itu fitnah pak, kata Pak Edi Susanto” .. kami tidak berani memakan uang infaq dan sedekah malah setiap pembelian perlengkapan untuk musollah ketika parkir dipasar itu saya menggunakan uang sendiri, itung-itung untuk infaq dan sedekah juga “ ujar Pak Edi Susanto.

Kemudian bertanya lagi “..Apa guna dana BOS kalau masih melakukan sumbangan infaq dan sedekah ? jawab pak edi susanto memang benar ada uang dana BOS namun dana tersebut sudah ada pos-posnya. tapi infaq dan sedekah ini tidak ada paksaan kepada anak, melainkan sukarela,karena siswa itu menyumbang berbeda beda, ada yang Rp. 2000,- ada juga yang Rp. 5000,- dan malah ada juga siswa itu menyumbang sampai Rp. 10.000, dan tidak nyumbang juga tidak apo-apo idak dipakso kato Pak Edi dan Bu Siti (kepala Madrasah)

Ujar Pak Edi “ semoga saja sejak kedatangan bapak wartawan musolah kami banyak orang yang berniat untuk menyumbangkan rezekinya agar dikit demi sedikit musollah MTsN Muara Enim lebih berguna untuk masyarakat banyak, khususnya siswa-siswi MTsN Muara Enim dan Umumnya Masyarakat di lingkungan sekitar Madrasah kami.

Bertolong-tolonglah kamu dalam kebaikan janganlah kamu bertolong-tolong dalam kejahatan. Mari kita bantu agar musollah MTsN Muara Enim menjadi kebanggaan di kota muara Enim, khususnya pada Kantor Kementerian Agama, sehingga siapa pun yang menyumbang akan mendapatkan balasan dan ridho dari Allah SWT.. AMIN

Sumber: transformasi ( Deni Kristian, Novrian Hidayat dan M. Amri Okta Rizal)

Editor: Amrizal Aroni

Posted by: Admin Transformasinews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.