Eva Sundari : Koruptor Jadikan Wanita Cantik Sebagai Objek TPPU

TransformasiNews.com,Jakarta-Pemberian uang atau aset dari tersangka kasus korupsi kepada wanita cantik sepertinya sudah menjadi tren. Sebab prilaku para koruptor yang mendapatkan uang dengan mudah, maka membuangnya juga mudah. Akhirnya, menjadikan wanita cantik sebagaik objek Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Perilaku koruptor itu sebagai sesuatu yang primitif yang ingin diakui superioritas untuk menaklukan wanita-wanita cantik,” ujar Ketua DPP Partai PDI Perjuangan, Eva Sundari kepada media, Jumat (28/02).

 

Sedangkan wanita yang menerima hadiah dari sang koruptor, katanya, bukan seorang artis yang memiliki bakat atau talenta yang menghargai kinerja.

 

“Mereka selebritis yang tidak memiliki talenta tapi mengeksploitasi kecantikan wajah dan tubuhnya. Mereka tidak memililik bakat sehingga tidak keberatan menerima harta darimanapun,” tandasnya.

 

Koruptor seperti ini, lanjutnya, ketika bertemu dengan wanita atau artis cantik seperti botol ketemu dengan tutupnya. Artinya, sama-sama suka instan, tanpa orientasi proses dan tidak produktif.

 

Seperti diketahui, Pusat Pelaporan dan Analisasi Transaksi Keuangan (PPATK) menilai transaksi ke wanita cantik merupakan upaya dari tersangka korupsi untuk berusaha mengalirkan uangnya, selain ke keluarga terdekat.

 

“Ini merupakan modus. Membuka kanal-kanal baru (wanita) jelita-jelita itu di luar keluarga,” ujar Direktur Pemeriksaan dan Riset PPATK Ivan Yustiavandana, Sabtu (15 Februari 2014) di Jakarta.

 

Kendati begitu Bagi PPATK fakta itu merupakan hal yang biasa. “Tidak ada yang istimewa, ini biasa saja bagi PPATK,” ujar

Menurut dia, transaksi kepada wanita cantik bertujuan untuk mencuci uang yang diduga berasal dari hasil korupsi. “Jadi tipikal transaksi keuangan yang mencurigakan bukan terhadap orang yang melakukan tindak pidana, tetapi pada orang-orang jelita,” pungkasnya(Barata Media.com)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016