TRANSFORMASINEWS, JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad diterpa isu tak sedap. Isu tersebut disinyalir pasca dirinya mengumumkan penetapan tersangka calon Kapolri tunggal Komjen Budi Gunawan.
Isu miring itu berupa foto Abraham bersama wanita berparas cantik. Foto itu beredar dikalangan awak media Rabu (15/1/215) pagi. Gambar Abraham dengan wanita yang disebut-sebut masih berusia sekitar 21 tahun terdapat dalam tiga foto.
Terlihat dalam gambar itu Abraham mengenakan kemeja putih tangan panjang. Sementara sang wanita mengenakan dress dengan belahan dada cukup rendah. Abraham dan wanita cantik tersebut terlihat sangat mesra di ketiga foto itu. Ada foto yang tengah berangkulan. Bahkan dalam salah satu foto Abraham tampak mencium pipi perempuan berkulit putih itu. Bibir Abraham sempat mendarat di bibir mungil dara cantik tersebut.
Informasi yang dihimpun, foto itu beredar dari sebuah electronic mail (email). Dalam email itu juga termuat foto wanita yang disebut bernama Elvira Devinamira. Foto disertai data diri itu menampilkan Elvira dengan mahkota. Tertulis dalam data diri itu Elvira merupakan Putri Indonesia 2014. Ketua KPK, Abraham Samad menilai beredarnya foto itu tidak lebih dari sekadar upaya untuk menghancurkan dirinya. Penyebaran foto itu, kata Abraham, adalah sebuah langkah kriminalisasi yang juga ditujukan kepada dirinya. “Ini Gosip yg sengaja di sebarkan untuk menghancurkan diri saya,” ucap Abraham saat dikonfirmasi wartawan mengenai beredarnya foto itu.
Abraham sendiri menduga beredarnya foto itu sebagai imbas dari penetapan tersangka Komjen Pol. Budi Gunawan. Foto mesra Abraham dan Elvira Devinamira itu diketahui beredar satu hari setelah KPK mengumumkan status tersangka kepada Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Budi Gunawan. Pengumumuman tersangka itu diumumkan oleh Abraham selaku Ketua KPK dan koleganya Bambang Widjojanto sebagai Wakil Ketua KPK di kantor KPK, Selasa (13/1/2015) kemarin. “Kemungkinan besar demikian,” ungkap Abraham.
Sumber: Centroone.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
