TRANSFORMASINEWS. Hingga kini Polres Mura masih kesulitan mengungkap dan menangkap pelaku pembakar kantor Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) sore kemarin. Alat closed circuit television (CCTV) yang diharapkan bisa menangkap wajah pelaku ternyata rusak.
Kasatreskrim Polresta Mura AKP Teddy Ardian mengatakan, mereka kesulitan membuka bukti rekaman kamera pengintai CCTV tersebut diduga disebabkan karena ada sebagaian data yang eror.
“Kalau sabotase sepertinya tidak mungkin karena memang ada sedikit error, apakah itu mungkin di CCTV-nya atau mungkin juga di hard disk-nya,” kata Teddy.
Namun pihaknya tetap menelusuri kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dengan memeriksa dua saksi.
“Kabag Hukum dan Kepegawaian Pemkab Muratara, sudah kita periksa. Ditambah penjaga gedung yang ada di lokasi saat kejadian” ujarnya.
Ditambahkan Teddy, dari hasil olah TKP saat ini, kantor Bupati Muratara tersebut kuat dugaan sengaja dibakar.
“Tidak ada konsleting listrik ataupun lainnya. Diduga kuat memang disengaja,” tegas Teddy.
Seperti diketahui pembakaran Kantor Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) yang berada di Jalan Lintas Sumatera Rupit, Senin (31/3) sekitar pukul 15.30 WIB dilakukan dua orang. Diduga motif pembakaran ini terkait penerimaan honorer pegawai di lingkungan Pemkab Muratara.
“Ini mungkin masalah kecemburuan sosial saja terkait masalah honorer. Kemungkinan begitu dan hal ini menunjukkan tingkat kualitas seseorang terhadap daerahnya. Yang jelas orang membakar kantor Bupati Muratara ini adalah orang tidak bertanggung jawab termasuk kepada daerahnya sendiri,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Muratara Sunardin saat dihubungi Rakyat Merdeka Online Sumsel, kemarin.
Diungkapkan Sunardin, beberapa waktu lalu Pemkab Muratara sebagai kabupaten baru melakukan perekrutan honorer Pegawai Pemerintah Perikratan Kontrak (P3K). Dari perekrutan P3K ini, bila memenuhi syarat dan ketentuan akan diterima dan ada yang ditolak. (RMOL)
“Kemungkinan yang ditolak ini timbul kecemburuan dan tidak senang. Laju bakar kantor bupati. Tapi itu kemungkinan bae. Yang jelas orang yang bakar kantor bupati ini adalah orang tidak bertanggung jawab,” ungkap Sunardin. [rhd/jie]
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
