
TRANSFORMASINEWS, JAKARTA – Polemik KPK-Polri sampai saat ini belum menemui titik temu yang pasti. Anggota Tim 9, Tumpak Hatorangan Panggabean menyatakan, seperti arahan Presiden Jokowi, pihaknya menyerahkan persoalan ini pada proses hukum yang berjalan di kedua lembaga tersebut. Tumpak berharap KPK dan Polri harus menjalankan tugas menegakan hukum dengan benar dan sesuai koridor.
“Masalahnya sudah menyangkut kepada permasalahan hukum. Polisi aparat penegak hukum, institusi penyelenggara hukum, KPK juga demikian. Ya kita serahkan saja. Berjalan saja seperti itu yang penting prosesnya berdasarkan hukum yang benar, itu saja,” terang dia.
Disisi lain Tumpak menilai KPK tidak boleh dihancurkan dengan serangan-serangan yang masif melalui proses hukum terhadap para pimpinannya. KPK, tegas Tumpak, harus diselamatkan. “Tentunya nanti pemerintah akan mengambil satu sikap. KPK tidak bisa dibiarkan, dan dihancurkan kan? KPK tetap harus diselematakan, begitu,” tandas mantan Komisioner KPK ini.Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya memberi pendapat, dan sara kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait polemik KPK-Polri. Tim 9 tidak dapat melakukan penyelidikan seperti Tim 8 tanpa adanya Keputusan Presiden Jokowi.
Demikian disampaikan Anggota Tim 9, Tumpak Hatorangan Panggabean usai pertemuan antara Tim 9 dengan pimpinan KPK. Selain Tumpak, tim 9 lainnya yang bertemu dengan pimpinan KPK diantaranya Wakil Ketua Tim 9 yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshidiqie, pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar, Sosiolog Imam Prasodjo dan Pakar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana.
Sebab itu, kata Tumpak, tugas Tim 9 berbeda dengan tim 8 bentukan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mendamaikan konflik antara KPK dan Polri pada 2009 lalu atau yang dikenal dengan Cicak vs Buaya jilid pertama. “Kami tidak dibekali oleh putusan presiden untuk melakukan seperti yang dimaksud (penyelidikan). Beda sama yang dulu (tim 8). Kalau dulu memang betul mereka diberikan tugas untuk mengumpulkan bahan-bahan keterangan, data-data semua, kalau ini kan tidak,” ungkap Tumpak.
Sumber: Centroone.com
