Usut Tuntas Dugaan Manipulasi Data Honorer K2

thumb_936362_03555617122014_honorerTRANSFORMASINEWS, TEBINGTINGGI — Berbagai pihak meminta pengusutan hingga tuntas terkait adanya dugaan manipulasi data yang dilakukan oleh tenaga honorer kategori dua (K2) yang lolos verifikasi. Disinyalir ada puluhan honorer yang memanipulasi data ini.

Koordinator  ICW4L, Adyasco Herwindo kepada sejumlah awak media, Kamis (8/1/2015) mengatakan, syarat untuk bisa dimasukan ke database pusat, tenaga honorer K2 tersebut harus memiliki masa kerja diangkat sebelum tahun 2005 atau masa pengabdian minimal 5 tahun dan sampai saat pengangkatan sebagai CPNS masih bekerja terus menerus.

Namun, diduga puluhan honorer yang tidak mencukupi syarat, karena baru beberapa tahun tercatat sebagai honorer melakukan pemalsuan data, sehingga lolos verifikasi.

“Diduga mereka yang masa pengabdiannya hanya dua tahun, tiga tahun bahkan ada yang hanya satu tahun. Akan tetapi diajukan dengan cara memanipulasi masa pengabdian atau masa kerja, sehingga yang bersangkutan seakan memenuhi persyaratannya,” ungkapnya.

Windo sapaannya menambahkan, setidaknya disinyalir honorer yang melakukan manipulasi data ini mencapai puluhan orang. Diduga, mulusnya pemalsuan data ini karena adanya kongkalingkong antara honorer dengan instansi terkait. Dari sini kuat dugaan adanya grativikasi.

“Mereka sanggup membayar uang puluhan hingga ratusan juta demi kelulusannya. Kita minta instansi terkait mengusut tuntas, sehingga yang lulus ini benar-benar orang yang berhak,” ujarnya.

Sebelumnya Polres Empatlawang akan mendalami dan mengusut adanya dugaan manipulasi data yang dilakukan oleh tenaga honorer K2 yang lolos verifikasi ini. Dalam waktu dekat ini pihak kepolisian akan memanggil serta meminta klarifikasi kepada tenaga honorer K2 dan pejabat terkait yang mengeluarkan surat keputusan (SK) pengangkatan terhadap tenaga honorer K2 tersebut.

Kapolres Empatlawang, AKBP M Ridwan SIk melalui Kasatreskrim, AKP Nanang Supriyatna mengatakan, pihaknya sedang mengumpulkan data-data baru serta melakukan pendalaman terhadap permasalahan terkait dugaan pemalsuan data tenaga honorer K2 tersebut.

“Kita akan dalami dulu dugaan pemalsuan data tersebut. Yang pastinya, hal ini perlu tahapan prosesnya,” ungkapnya, Rabu (7/1/2015).

Sumber: SRIPOKU.COM

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016