JAKARTA, Gemuruh dan sorak sorai peserta acara Rakernas (Rapat Kerja Nasional) PDIP di Jakarta, (06-08/09) sempat “meledakkan” sebuah kejutan baru. Hal tersebut terjadi ketika Jokowi tampil mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.
Bukan cuma teriakan “Jokowi Capres” dan “Jokowi Capres” yang membahana dalam arena Rakernas di Ancol, akan tetapi sejumlah spanduk bertuliskan “ Jokowi Capres 2014” menghiasi hari – hari Rakernas parpol berlambang moncong putih itu.
Belum cukup peserta rakernas itu dengan mengelu – elukan mantan walikota Solo itu sebagi calon pemimpin nasional di masa datang, arena Rakernas juga menciptakan kejutan lain yang tidak kurang menggemparkannya.
Nama Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Abraham Samad ikut diteriakkan peserta yang berulang – ulang berteriak histeris ibarat sebuah koor :“Samad Cawapres!!”, “Samad Cawapres!!
Dalam percakapan santai dengan BARATAMEDIA, Minggu malam (08/09) melalui tilpon seluler, Abraham Samad menjawab tenang ketika dimintai komentarnya atas “meledaknya” sambutan peserta Rakernas terhadap dirinya.
“Saya hanya mau berkonsentrasi memberantas korupsi yang melanda negeri ini”, kata Abraham Samad dengan nada merendah.
Lebih jauh Abraham bercerita bahwa, ”kejahatan korupsi bisa dilakukan dengan dua motivasi, yakni keserakahan atau karena kebutuhan. Menurut dia koruptor dari kalangan pegawai negeri sipil golongan terendah, yang hanya bergaji Rp 2 jutaan per bulan, melakukan kejahatan ini dengan motivasi kebutuhan.
Nah, kata pria kelahiran Makassar 27 November 1967, “untuk PNS rendahan seperti itu, bisa dicegah agar tidak melakukan korupsi. Caranya dengan menyetarakan gajinya sesuai standar kebutuhan di daerahnya saja”.
Sebaliknya Abraham mengecam keras pejabat negara dengan gaji besar dan fasilitas mewah yang melakukan korupsi. “Itu membuktikan mereka memiliki sifat tamak. Korupsi dilakukan bukan karena kebutuhan, tapi keserakahan”, pungkasnya.
Dia mencontohkan, bahwa “dengan gaji Rp 300-an juta sebulan itu, kan, tidak habis dimakan. Hal ini didorong dia punya sifat tamak,” ujar Abraham
Menjawab pertanyaan apakah dirinya berminat terjun di dalam politik praktis, dengan nada lembut tapi tegas mantan Ketua LSM Anti Korupsi yang terkenal di kota kelahirannya itu menjawab :
“Biar-mi mereka saja yang jago politik yang memikirkan itu. Kalau saya, tetap gregetan mau memberantas korupsi. Korupsi di Indonesia sekarang ini luar biasa. Multi dimensi dan multi level”, katanya sambil tetap tertawa.
Namun demikian, “peristiwa politik” yang terjadi pada Rakernas PDIP yang menampilkan dua nama tokoh muda Indonesia yang dirindukan menjadi pemimpin bangsa Indonesia ke depan tidak boleh dianggap remeh.
Dalam pemantauan wartawan di arena Rakernas itu, ternyata suara hati kader PDIP yang meminta Jokowi dan Abraham Samad berpasangan sebagai Capres dan Cawapres 2014 cukup banyak. Disamping ada juga yang tetap menghendaki supaya Megawati yang maju sebagai Capres.
Yang menarik, karena Abraham Samad bisa menahan diri menghadapi gelombang teriakan pada acara Rakernas itu. Abraham cuma membalasnya dengan senyum.
Kepada wartawan, Abraham Samad berpesan supaya jangan sampai ada yang mau mempolitisasi posisinya untuk tawar menawar politik. “ Politik saya adalah politik pemberantasan korupsi. Sekali memberantas korupsi yaa tetap harus memberantas korupsi. Saya Tidak kenal kata mundur berantas korupsi”, ujar pendiri LSM Anti Coruption Committee (ACC) yang disegani di Sulawesi Selatan. (baratamedia)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
