Pengelolaan Aset dan Anggaran Sumsel Semrawut

ISHAK MEKKI WAGUB
ISHAK MEKKI

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. Masih terkendalanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam mengelola aset yang ada, dan penggunaan dana hibah yang tidak terkontrol dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan laporan keuangan 2013 yang telah mendapat audit dari Badan Pengawas Keuangan Sumsel. Pemprov Sumsel masih mendapatkan opini wajar dengan pengecualian.

Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki kepada Wartawan mengatakan, perlu dilakukan pelatihan terhadap para pegawai masalah penyelenggaraan pemerintahan dan dalam penggunaan anggaran. Sehingga, mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kedepannya.

“Target 2014, harus sudah tertib dan mendapat WTP dari BPK. Selain aset, seperti kelebihan volume anggaran. Diharap jangan terjadi lagi ke depannya,” katanya usai menggelar pelatihan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Rencana Tindak Pengendalian (RTP) di Auditorium Bina Praja, Senin (6/10).

Hasil pelatihan yang dilakukan, Ishak mengharapkan, pegawai dapat lebih cermat lagi dalam bekerja. Sehingga, dapat mengelola dengan tertib penggunaan anggaran, dan penyelenggaraan pemerintahan. Agar semua hasil audit yang dilakukan oleh BPK Sumsel dapat dipertangungjawabkan.

“Dari sekarang harus bisa diidentifikasi persoalan yang ada, seperti aset yang tidak tertib pengelolaannya, surat menyurat dan laporan keuangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Sumber: [RMOL]