Soal Kemampuan Klub secara Finansial, PSSI Janji Lebih Tegas

TransformasiNews.com,Jakarta – PSSI berbela sungkawa atas meninggalnya pemain asing Salamon Begondou. Menyebut kejadian itu sebagai peringatan, PSSI berjanji akan mengantisipasi tidak terulangnya kasus serupa dengan cara lebih tegas menyaring keuangan klub-klub musim depan. Begondou meninggal dunia pada Sabtu (29/11) lalu karena sakit. Pria asal Kamerun itu diduga tak mampu berobat dengan layak karena ketiadaan biaya yang cukup lantaran ada masalah dengan pembayaran gajinya di klub terakhirnya, Persipro Probolinggo. Kabarnya sejak awal ia hanya dibayar 15% dari kontraknya. “Yang pertama kami sampaikan bela sungkawa,” komentar Sekjen PSSI Joko Driyono di Senayan, Jakarta, Senin (2/12). “Kami PSSI selalu ingin menyampaikan kepada klub-klub agar mereka respect terhadap kontrak para pemainnya. Maka dari itu, kami akan dengan tegas untuk ke depan akan menyaring serta memproteksi klub-klub dengan proses licensing,” imbuhnya. Proses licensing tersebut lanjutnya diharapkan dapat menjadi syarat wajib bagi klub yang ingin mengikuti kompetisi musim depan agar permasalahan penunggakan gaji pemain tidak terjadi kembali. “Dengan proses lincensing khususnya masalah financial menjadi sangat penting untuk kompetisi musim depan. Dan kami akan terapkan itu,” tegasnya. Terkait hak Salamon yang belum dibayar oleh Persipro Probolinggo, Joko mengatakan hal tersebut menjadi tanggung jawab penuh klub tersebut. Namun, PSSI juga akan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut dengan membentuk sebuah tim khusus. “Itu adalah kewajiban klub. Bagaimana caranya hak dia bisa dipenuhi lebih dulu. Karena ini menyangkut kelangsungan klub itu ke depannya. Kami juga membentuk tim khusus yang terdiri dari PSSI dan liga untuk membantu menyelesaikannya. Semoga dalam waktu 1-2 minggu ke depan semua bisa selesai,” jelasnya(detiknews.com)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016