TRANSFORMASINEWS, Jakabaring – Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Barangkali itulah pernyataan yang pas bagi Persib ketika menghadapi Persipura di babak final Indonesia Super League (ISL) 2014 di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, malam ini (RCTI pukul 19.00 WIB).
Maung Bandung (julukan Persib) telah puasa gelar selama 19 tahun. Terakhir mengangkat trofi Liga Indonesia tahun 1995, Persib seakan hanya jadi pelengkap dalam kompetisi tertinggi di Indonesia.
“Target kita jelas, musim ini harus juara dan motivasi pemain-pemain kami cukup besar. Final di Palembang atau di mana pun tidak menjadi persoalan. Semangat pemain tetap tinggi dan ingin membawa pulang tropi,” tegas Pelatih Kepala Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman.
Sebaliknya, sambung Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, semua pemain Persipura juga patut diwaspadai bila ingin menang. Karena Persipura merupakan tim yang sangat sulit dikalahkan. Tinggal bagaimana motivasi pemain untuk merebut piala tersebut dan ini kesempatan terbaik.
“Melakukan recovery dan memompa motivasi bertanding pemain. Tidak ada yang kita khawatirkan di sini, termasuk asap, kondisi pemain stabil dan siap untuk laga final,” urainya.
Sementara Persipura sangat ingin mencetak sejarah dalam laga ini dengan memenangi dua kali beruntun ISL. Sejak digelar pertama kali pada tahun 2008, memang belum ada klub yang mampu menjadi juara dalam dua musim secara beruntun. Persipura yang menjadi tim tersukses dengan tiga gelar juara ISL, selalu gagal mempertahankan gelar di musim berikutnya.
Boaz Solossa dkk menjadi juara pada ISL musim 2008/2009, runner-up 2009/2010, juara 2010/2011, runner-up 2011/2012, dan juara 2013. Kendati demikian, Persipura selalu mampu memastikan diri sebagai tim yang berada di posisi dua terbaik di setiap musim Indonesia Super League.
Menghadapi Persib, Persipura benar-benar mempersiapkan diri dengan serius. Belum pernah bertemu di musim ini, membuat tim pelatih Persipura terus menganalisa kekuatan lawan via rekaman video permainan Maung Bandung.
“Kami telah pelajari permainan Persib dan menonton ulang setiap pertandingan-pertandingan mereka. Jantung serangan atau motor Persib itu nomor 10, si Konate,” kata Chris Yarangga, asisten pelatih Persipura.
Ya, sebuah analisa teknis yang dilakukan tim pelatih Persipura memang mengarah pada upaya mematikan pergerakan Makan Konate, pemain yang mencetak gol ketiga kemenangan Persib 3-1 atas Arema di semifinal.
“Saya telah wanti-wanti pemain, untuk menghentikan pergerakan Konate, jika ingin menang. Dia pemain yang bisa membuka akses serangan. Apabila bisa dihentikan, Persipura pasti jadi juara,” pungkasnya. (kie)
Pesipura (4-4-2)
Dede S (K), Bio Pauline, Fakdawer, Ronny, Yustinus Pae, Gerald Pangkali, Lim Jun Sik, Wanggai, Ian Kabes, Boaz Solossa.
Pelatih: Mettu Duaramury
Persib (4-4-2)
Made Wirawan (K), Tony, Jufrianto, Vujovic, Supardi, Taufik, Hariono, M Ridwan, Tantan, Konate Makan, Ferdinand Sinaga.
Pelatih: Djajang Nurjaman.
Sumber: Palpos
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
