Masyarakat Sumsel Sambut Bahagia Pernikahan Puteri Pertama Syahrial Oesman, Banyak Pejabat Dan Tokoh Penting Hadir

TRANSFORMASINEWS.COM, INDRALAYA. Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2003-2008, Ir H Syahrial Oesman (SO) menggelar pesta pernikahan Putri Sulung beliau, Melinda Priharum Oesman dan Aditya Sumarsono putra bungsu Edhi Sumarsono Ridwan.

Resepsi pernikahan dilaksanakan di Grand Ballroom Puri de Laya jalan lintas Indralaya-Prabumulih kilometer 38, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Sejumlah tokoh hadir pada resepsi pernikahan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan Menhamkam RI Ryamizard Ryakudu,  Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrasi (Nasdem), Hakim Agung Prasetyo, Gubernur Sumsel periode 1998-2003, H Rosihan Arsyad, Eddy Yusuf Wakil Gubernur Sumsel Priode 2008-2013, Hj  Eliza Alex Noerdin, Mantan Kabareskrim Polri yang juga calon bakal calon (balon) gubernur Sumsel, Susno Duadji,  presenter Helmi Yahya dan Bupati/wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota juga hadir tokoh-tokoh lainnya.

Kemeriahan resepsi pernikahan di dalam gedung, tepatnya di kilometer 38 jalan lintas Indralaya-Prabumulih, untuk acara sore  sampai malam tersedia panggung hiburan untuk Masyarakat.

Kemacetan sepanjang 1 kilometer terjadi mulai dari depan Rumah Makan (RM) Pagi Sore hingga pintu gerbang kota Indralaya.

Pantauan di lapangan, kemacetan jalan disebabkan pengaturan lalu lintas di depan Grand Ballroom Puri de Laya dan juga terjadi kemacetan akibat truck tronton penbawa travo rusak tepat diatas jembatan paya kabung. 

Kendaraan para tamu undangan yang didominasi pejabat dan petinggi instansi pemerintahan, diprioritaskan melewati jalan untuk memasuki gedung resepsi pernikahan.

Masyarakat Sumsel sambut bahagia pernikahan puteri pertama mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman bernama Melinda Priharum Oesman.

Melinda merupakan putri sulung dari Bapak. Ir. H. Syahrial Oesman dan Ibu Hj. Maphilinda. Gadis cantik ini menikah dengan Aditya Sumarsono putra bungsu dari Bapak. Edhi Sumarsono Ridwan S.E, M.M dan Ibu Rita Arianingsih.

Pernikahan keduanya dilaksanakan pada Sabtu, 12 Agustus 2017 di Puri De Laya, Jln. Palembang-Prabumulih Km. 38 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Melinda dan Aditya tentu merupakan kekasih yang berbahagia. Mereka akhirnya tiba di waktu yang sakral, penuh harap dan doa, suka dan duka, sampai di pelaminan dan mengucap janji suci di hadapan kedua orang tua dengan mengucap dua kalimat syahadat, sumpah untuk mencintai seumur hidup, janji suci untuk saling menjaga melewati kehidupan bersama, menyusuri bahtera rumah tangga sebagaimana juga pernah dilalui kedua orang tua mereka. 

Waktu terus berjalan, roda kehidupan terus berputar, manusia silih berganti menempati posisi yang sudah ditempati oleh orang-orang sebelumnya. Tentu akan tiba saat di mana orang tua harus melepaskan anak-anaknya, merelakan mereka membangun kehidupan baru bersama pasangan hidupnya, anak-anak yang telah mereka jaga dengan penuh kasih sayang akhirnya menemukan belahan jiwanya, mengambil langkah yang tepat untuk mendapatkan ridho-Nya, melaksanakan syariat agama dan mengikuti sunnah Rasul.

Bagi Syahrial Oesman dan Maphilinda Boer, kedua orangtua Melinda, tentu saja pernikahan puteri mereka merupakan hari besar yang berat sekaligus membahagiakan.

Berat karena mereka harus merelakan anaknya untuk dipinang oleh sang kekasih hati, tapi juga amat membahagiakan karena ananda tercinta telah menemukan pasangan hidup, seseorang yang akan selalu siap untuk menjaga dan mendampinginya seumur hidup.

Pernikahan puteri pertama Syahrial Oesman juga disambut hangat warga Ogan Ilir dan rakyat Sumsel pada umumnya.

Haji Muhammad Iman, salah seorang tokoh di OI menyatakan turut berbahagia atas pernikahan itu. “Ketika mengetahui pernikahan itu saya tersenyum. Akhirnya Pak SO mantu juga. Kita semua mengucapkan selamat kepada kedua mempelai dan tentu pada kedua orang tua mereka,” ujarnya.

Sementara itu Ustadz KH. Romli Romdhoni menjelaskan pernikahan puteri sulung Gubernur Sumsel 2003-2008 ini merupakan ibadah.

Menurutnya menjalankan sunnah itu ibadah. Menikah adalah sunnah terbaik. “Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang disukai Nabi.

Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikah dalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkan keutamaan pernikahan,” ujarnya. 

Kyai Romli juga menjelaskan pernikahan itu sudah pasti karena bertemuanya dua cinta. Ia menyebut Ibnu Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar yang menyatakan bahwa cinta mempunyai tanda-tanda.

Pertama, ketika mereka saling mencintai maka sekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akan saling setia dan memberikan semua komitmen mereka.

Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yang dicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga dan seorang suami akan mengutamakan istri dalam segala hal.

Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka sedetik pun mereka tidak akan mau berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipun secara fisik berjauhan, hati mereka selalu tersambung.

Ada do’a istri agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh sukses dalam pekerjaan. Ada tengadah jemari istri kepada Ilahi agar suami dalam perlindungan-Nya, tidak tergelincir.

Juga ada ingatan suami yang sedang membanting tulang meraup nafkah halal untuk menafkahi keluarganya.

Selamat menempuh hidup baru Melinda Priharum Oesman dan Aditya Sumarsono.

Sumber:TribunSumsel.com (Agung Dwipayana) Sumseldaily.com (dhy).

Editor: Nurmuhammad

Posted by: Admin Transformasinews.com

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016